Bangkitpos.id Sidoarjo,– Semangat pengabdian dan pembentukan karakter generasi muda kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026. Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH, MKn memimpin langsung Apel Besar Hari Pramuka ke-65 yang digelar di Alun-Alun Sidoarjo, Jumat pagi (14/8/2026).
Dalam apel tersebut, Bupati Subandi bertindak sebagai inspektur upacara. Ia menegaskan bahwa perjalanan panjang Gerakan Pramuka selama 65 tahun bukan sekadar catatan sejarah organisasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda Indonesia yang memiliki karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, kecintaan terhadap tanah air serta semangat pengabdian.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, jajaran Forkopimda Kabupaten Sidoarjo, Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo Hj. Sriatun Subandi, jajaran pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sidoarjo, para pembina, andalan, serta anggota Pramuka.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa Gerakan Pramuka mempunyai peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda agar tidak hanya memiliki karakter kuat, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam pembangunan nasional, termasuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan.
Dalam sambutannya, Bupati Subandi menyampaikan rasa syukur karena keluarga besar Gerakan Pramuka masih dapat memperingati Hari Pramuka ke-65 dalam suasana penuh persaudaraan.
Menurut Subandi, selama 65 tahun perjalanan Gerakan Pramuka telah dipenuhi dengan pengabdian, karya, keteladanan dan dedikasi dalam membentuk generasi muda Indonesia.
“Perjalanan 65 tahun Gerakan Pramuka merupakan sejarah panjang yang dipenuhi pengabdian, karya, keteladanan dan dedikasi dalam membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kecintaan terhadap tanah air,” ujar Bupati Subandi.
Ia menambahkan, kontribusi Gerakan Pramuka dalam perjalanan bangsa tidak dapat dipandang sebelah mata. Selama berkiprah, organisasi kepanduan tersebut telah ikut membentuk berbagai generasi yang kemudian mengabdikan kemampuan terbaiknya di berbagai bidang.
Sejumlah tokoh yang tumbuh dari lingkungan Gerakan Pramuka telah berkiprah sebagai pemimpin, pendidik, ilmuwan, aparatur negara, tokoh masyarakat, wirausahawan hingga relawan kemanusiaan.
Karena itu, Bupati Subandi menilai Hari Pramuka tidak semestinya hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, peringatan tersebut harus menjadi momentum untuk kembali memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa sebagai fondasi menuju Indonesia yang semakin maju, berdaulat, bermartabat dan sejahtera.
Tri Satya dan Dasa Dharma Tetap Relevan
Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, Subandi menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka tetap relevan untuk menjadi pedoman generasi muda.
Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu menjadi pegangan bagi anggota Pramuka dalam menghadapi berbagai perubahan, termasuk perkembangan teknologi, dinamika sosial serta tantangan kehidupan yang semakin kompleks.
Bupati Sidoarjo juga mendorong Gerakan Pramuka agar terus berperan aktif dalam mendukung pembangunan nasional. Menurutnya, pembinaan Pramuka harus mampu melahirkan generasi muda yang produktif, terampil, mandiri, peduli terhadap lingkungan, mampu memanfaatkan teknologi dan mempunyai semangat kewirausahaan.
Setiap anggota Pramuka, lanjutnya, juga perlu dibekali wawasan, keterampilan, kedisiplinan serta keberanian untuk mencoba dan mengembangkan berbagai gagasan positif.
Pengembangan tersebut tidak harus selalu dilakukan dalam skala besar. Lingkungan gugus depan, sekolah, keluarga maupun masyarakat dapat menjadi ruang bagi anggota Pramuka untuk belajar, berkreasi dan memberikan kontribusi nyata.
“Pengalaman tersebut diharapkan tumbuh menjadi kegiatan nyata yang mampu memberikan bekal bagi generasi muda untuk siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” tuturnya.
Sinergi dan Gotong Royong Jadi Kunci
Lebih lanjut, Bupati Subandi menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan Gerakan Pramuka tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja keras, dedikasi, sinergi dan semangat gotong royong dari seluruh elemen yang terlibat.
Atas dasar itu, ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang selama ini telah memberikan dukungan terhadap kemajuan Gerakan Pramuka di Kabupaten Sidoarjo.
Subandi berharap kebersamaan dan sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga pembinaan generasi muda mampu memberikan manfaat yang semakin besar, bukan hanya bagi Kabupaten Sidoarjo, tetapi juga bagi kemajuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Momentum Hari Pramuka ke-65 juga dimanfaatkan Bupati Subandi untuk mengajak seluruh keluarga besar Gerakan Pramuka memperbarui tekad, memperkuat persatuan, memperluas pengabdian dan meningkatkan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Ia berharap Gerakan Pramuka tetap menjadi “kawah candradimuka” dalam pembentukan karakter bangsa. Dari lingkungan Pramuka, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mempunyai semangat pengabdian yang tidak pernah padam.
“Mari kita jadikan Hari Pramuka Ke-65 tahun 2026 sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan kontribusi nyata Gerakan Pramuka bagi bangsa dan negara,” seru Bupati Subandi.
Menutup sambutannya, Bupati Sidoarjo menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pramuka ke-65 tahun 2026. Ia berharap Gerakan Pramuka semakin maju dan konsisten memberikan kontribusi bagi Indonesia.
“Selamat memperingati Hari Pramuka Ke-65 tahun 2026. Satu Pramuka untuk Indonesia. Jayalah Pramuka, Jayalah Indonesia,” pungkasnya.
Dengan semangat tersebut, peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Sidoarjo diharapkan tidak berhenti pada kegiatan apel dan seremonial semata. Momentum ini menjadi pengingat penting bahwa pembangunan bangsa membutuhkan generasi muda yang berkarakter, memiliki keterampilan, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta siap mengambil peran dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Susy









