Ratusan Santri Mambaul Hikam Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Bupati Sidoarjo Pastikan Tak Ada Korban Meninggal

Bangkitpos.id, Sidoarjo, – Suasana Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, mendadak diwarnai kepanikan setelah ratusan santri mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan yang mereka konsumsi pada Selasa (1/9/2026).

Para santri yang mengalami keluhan kemudian mendapat penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan. Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sidoarjo karena jumlah santri yang harus mendapatkan perawatan mencapai ratusan orang.

Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn pun bergerak cepat dengan mendatangi langsung Pondok Pesantren Mambaul Hikam. Setelah itu, Bupati bersama jajaran Forkopimda meninjau sejumlah rumah sakit tempat para santri mendapatkan perawatan, di antaranya RS Delta Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para santri sekaligus memastikan pelayanan medis berjalan maksimal. Di tengah munculnya informasi simpang siur mengenai kondisi korban, Bupati Subandi memberikan penegasan bahwa tidak ada santri yang meninggal dunia akibat kejadian tersebut.

“Tidak ada yang meninggal. Semua pasien sudah tertangani dengan baik,” tegas Subandi saat berada di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.

Penegasan tersebut menjadi penting di tengah beredarnya kabar mengenai adanya korban jiwa. Pemkab Sidoarjo meminta masyarakat dan para wali santri tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi.

Sekitar 200 Santri Mendapat Perawatan
Berdasarkan data sementara yang disampaikan Pemkab Sidoarjo, sekitar 200 santri tercatat mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit. Sebagian lainnya bahkan disebut telah mengalami kondisi membaik dan berpeluang diperbolehkan pulang setelah mendapat pemeriksaan medis.

Bupati Subandi meminta seluruh jajaran Pemkab Sidoarjo terus berkoordinasi dengan rumah sakit hingga seluruh santri benar-benar pulih.

“Kami sebagai pimpinan daerah sudah memaksimalkan penanganan. Insya Allah semua santri akan sembuh,” ujarnya.
Namun, persoalan ini tidak berhenti pada penanganan medis.

Di balik ratusan santri yang harus menjalani perawatan, muncul pertanyaan penting yang kini perlu dijawab secara terbuka: apa sebenarnya penyebab para santri mengalami keluhan kesehatan secara bersamaan?
Pemkab Akan Periksa Kelayakan Makanan
Pemkab Sidoarjo menyatakan akan memanggil Dinas Kesehatan serta Dinas Perizinan dan Penanaman Modal untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan tersebut akan diarahkan untuk mengetahui kelayakan makanan, mulai dari proses pengolahan hingga penyajiannya, termasuk aspek perizinan penyedia makanan.

Langkah tersebut menjadi krusial karena peristiwa ini berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi dalam jumlah besar oleh para santri.

Jika hasil pemeriksaan nantinya membuktikan bahwa kejadian tersebut memang berkaitan dengan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemkab Sidoarjo menyatakan akan segera melakukan tindak lanjut.

“Jika nanti hasil pemeriksaan memastikan kejadian ini disebabkan oleh makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), tentu akan segera kami tindak lanjuti,” kata Subandi.

Dengan demikian, penyebab kejadian belum seharusnya disimpulkan secara sepihak sebelum hasil pemeriksaan resmi keluar.
Informasi dari sejumlah media pada 1 September 2026 juga menyebut para santri mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG, sementara pemerintah daerah berencana melakukan pemeriksaan terhadap penyedia makanan untuk menelusuri penyebabnya.

Jangan Sampai Terulang

Peristiwa yang melibatkan ratusan santri tersebut menjadi alarm penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan dalam jumlah besar.
Program pemenuhan gizi seharusnya memberikan manfaat kesehatan bagi penerimanya.

Karena itu, setiap tahapan harus benar-benar memenuhi standar keamanan pangan, mulai dari bahan baku, proses memasak, pengemasan, distribusi, hingga makanan dikonsumsi.

Pemeriksaan menyeluruh menjadi penting bukan untuk mencari kambing hitam, melainkan memastikan akar persoalan ditemukan dan tidak kembali terjadi.
Pemkab Sidoarjo sendiri memastikan pemantauan terhadap kondisi para santri terus dilakukan bersama rumah sakit dan instansi terkait sampai seluruh pasien dinyatakan pulih.

Kini publik tinggal menunggu hasil pemeriksaan pemerintah dan instansi terkait. Apakah dugaan tersebut benar berkaitan dengan makanan MBG, atau terdapat faktor lain yang menyebabkan ratusan santri mengalami keluhan kesehatan secara hampir bersamaan.

Yang pasti, keselamatan para santri harus menjadi prioritas utama. Dan di balik insiden ini, transparansi hasil pemeriksaan menjadi kunci agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas, sekaligus memastikan standar keamanan makanan benar-benar dijalankan.

Susy

Follow me!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP