Bangkitpos.id, Sidoarjo, – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sidoarjo menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) untuk memilih Ketua Umum KONI Sidoarjo periode 2026-2029. Musorkablub tersebut menjadi agenda penting setelah Ketua KONI Sidoarjo sebelumnya, Imam Mukri Affandy, mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Menjelang pelaksanaan Musorkablub, KONI Jawa Timur memberikan dukungan sekaligus menegaskan pentingnya seluruh tahapan pemilihan berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Wakil Ketua KONI Jatim Zainal Arifin menyatakan, KONI Jatim siap memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Musorkablub KONI Sidoarjo. Namun, dukungan tersebut disertai penegasan bahwa proses pemilihan harus berlangsung secara objektif, transparan, dan tidak memihak salah satu kandidat.
“KONI Jatim akan bertindak sebagai juri yang adil dan tidak akan memihak salah satu calon ketua KONI Sidoarjo untuk dipilih,” ujar Zainal dalam rapat koordinasi panitia persiapan Musorkablub KONI Kabupaten Sidoarjo.
Menurut Zainal, siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin KONI Sidoarjo harus memiliki visi dan misi yang jelas untuk membawa perkembangan olahraga daerah ke arah yang lebih baik.
Hal itu dinilai penting karena Sidoarjo selama ini memiliki kekuatan olahraga yang cukup diperhitungkan di tingkat Jawa Timur. Prestasi atlet Sidoarjo dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim juga disebut konsisten berada di jajaran tiga besar.
Tantangan besar pun sudah menanti ketua definitif terpilih. Pada Porprov Jatim ke-X tahun 2027 mendatang, KONI Sidoarjo diharapkan mampu meningkatkan prestasi atlet dan mempertahankan bahkan memperbaiki capaian sebelumnya.
“Dalam Porprov Jatim ke X tahun 2027 mendatang, ketua KONI Sidoarjo diharapkan dapat membawa para atlet Sidoarjo meraih prestasi yang lebih baik lagi dibandingkan Porprov sebelumnya,” harap Zainal.
Zainal juga mengingatkan bahwa membangun prestasi olahraga bukan pekerjaan instan. Dibutuhkan proses pembinaan yang panjang, mulai dari menemukan bibit atlet sejak usia dini, melakukan pembinaan secara berkelanjutan, hingga mencetak atlet yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Karena itu, calon ketua KONI Sidoarjo dituntut tidak hanya memiliki kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga mempunyai gagasan konkret mengenai pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten Sidoarjo.
Sementara itu, Sekretaris KONI Jatim Akmal Budianto meminta jajaran KONI Sidoarjo tidak ragu melaksanakan Musorkablub. Ia menegaskan, sepanjang seluruh proses dijalankan berdasarkan AD/ART, tahapan organisasi tersebut harus tetap dilaksanakan.
“Selama Musorkablub dijalankan sesuai AD/ART, jalankan saja. Bila ada protes, anggap sebagai suatu aspirasi,” kata Akmal.
Ketua Panitia Musorkablub KONI Sidoarjo 2026, Imam Jawahir, sebelumnya menyampaikan bahwa panitia telah menjalankan sejumlah tahapan persiapan. Di antaranya menetapkan surat keputusan (SK) panitia, menyampaikan tata tertib kepada para peserta, serta mengirimkan undangan Musorkablub kepada para ketua cabang olahraga (cabor) di Sidoarjo.
Panitia juga telah membentuk tim penjaringan calon Ketua KONI Sidoarjo. Dalam persiapan awal, disebutkan terdapat 54 pimpinan cabor yang mempunyai hak suara dalam Musorkablub.
Sejumlah cabor tidak dapat menggunakan hak suara karena belum melaksanakan Musyawarah Kabupaten (Muskab) untuk memilih kepengurusan baru, sementara masa kepengurusan sebelumnya telah berakhir.
Rafi Wibisono Terpilih
Musorkablub yang kemudian digelar pada Rabu (26/8/2026) menghasilkan M. Rafi Wibisono sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Sidoarjo periode 2026-2029. Rafi terpilih secara aklamasi setelah memperoleh 36 dukungan Pengkab Cabor yang telah diverifikasi dan dinyatakan memenuhi persyaratan.
Dengan terpilihnya ketua definitif, KONI Sidoarjo kini menghadapi pekerjaan besar untuk segera menyusun program pembinaan dan mempersiapkan atlet menghadapi Porprov Jatim 2027.
Beban tersebut tidak ringan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyebut waktu menuju Porprov 2027 relatif singkat, sementara Sidoarjo selama ini merupakan salah satu daerah yang konsisten bersaing di papan atas prestasi olahraga Jawa Timur.
Musorkablub ini pada akhirnya bukan sekadar pergantian kepemimpinan organisasi. Publik olahraga Sidoarjo kini menunggu sejauh mana kepengurusan baru mampu menerjemahkan visi organisasi menjadi program nyata, memperkuat pembinaan atlet, serta menjaga prestasi Sidoarjo agar tetap menjadi salah satu kekuatan olahraga utama di Jawa Timur.
Dengan prinsip profesionalitas, sportivitas, transparansi, dan kepatuhan terhadap AD/ART, kepemimpinan baru KONI Sidoarjo diharapkan mampu membawa olahraga daerah semakin maju dan melahirkan lebih banyak atlet berprestasi.
Susy









