Kebun Anggur Merak Batin Natar, Jadi Sorotan Mendes PDT, Dari Desa Mulai Tumbuh Mesin Ekonomi Warga

Bangkitpos.id, Natar, Lampung Selatan — Siapa sangka, kebun anggur di sebuah desa mampu menarik perhatian hingga ke tingkat pemerintah pusat. Di Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, tanaman anggur kini bukan sekadar komoditas pertanian, tetapi mulai menjelma menjadi harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Kebun Anggur BUMDes Merak Berseri menjadi perhatian Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI Yandri Susanto, yang hadir langsung bersama Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dalam kunjungan kerja sekaligus menghadiri Panen Perdana Anggur BUMDes Merak Berseri, Sabtu (5/9/2026).pagi

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi Desa Merak Batin. Potensi lokal yang sebelumnya tumbuh dari lingkungan desa kini mendapat sorotan pemerintah pusat sebagai salah satu contoh pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Bagi masyarakat, panen perdana itu bukan hanya soal memetik buah anggur. Ada harapan yang jauh lebih besar: bagaimana lahan produktif dapat menciptakan lapangan ekonomi, menggerakkan masyarakat, membuka peluang usaha, sekaligus meningkatkan kemandirian desa.

Mendes PDT Yandri Susanto menegaskan, pembangunan desa membutuhkan kolaborasi seluruh elemen. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dunia usaha hingga media harus bergerak dalam satu arah.

“Inilah cara kita melaksanakan perintah Bapak Presiden, mesti disambut oleh semua elemen. Kata Pak Presiden, kita bukan Superman, kita Super Tim,” ujar Yandri.

Menurutnya, potensi desa harus dikembangkan melalui kerja bersama agar mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Desa Merak Batin dinilai mampu menunjukkan bagaimana sebuah potensi lokal dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi baru. Keberhasilan tersebut bahkan diyakini dapat menjadi perhatian lebih luas di tingkat nasional.

“Hari ini Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, akan menjadi berita nasional se-Indonesia,” katanya.

Yandri juga mengingatkan pentingnya peran media dalam memperkenalkan keberhasilan pembangunan desa kepada masyarakat luas.

Di tengah derasnya arus informasi, ia mengajak masyarakat lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Informasi yang membangun, kata dia, perlu terus didorong melalui gerakan “jempol baik”.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyebut kunjungan Mendes PDT menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam pengembangan ketahanan pangan serta ekonomi desa.

Menurut Egi, Lampung Selatan memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor pertanian.

Dari 256 desa dan empat kelurahan, sekitar 75 persen wilayah Lampung Selatan merupakan kawasan pertanian, baik persawahan maupun non persawahan.

Potensi tersebut, kata Egi, harus dikembangkan secara lebih kreatif. Pertanian tidak boleh berhenti sebatas menghasilkan produk, tetapi harus mampu menciptakan nilai tambah melalui pengolahan, pemasaran hingga sektor pariwisata.

“Lampung Selatan mencoba mengkolaborasikan program ketahanan pangan dan wisata. Visi dan misi kami bagaimana olahan pertanian dan perkebunan bisa dipadukan dengan pariwisata,” ujar Egi.

Egi mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Lampung Selatan pada 2025 mencapai 5,71 persen, yang disebut sebagai pertumbuhan tertinggi di Provinsi Lampung.

Capaian tersebut menjadi modal untuk terus mendorong pembangunan yang bertumpu pada potensi lokal dan melibatkan masyarakat secara langsung.

Dalam konteks itu, Kebun Anggur BUMDes Merak Berseri menjadi salah satu contoh bagaimana sektor pertanian dapat dikembangkan menjadi lebih bernilai.

Tidak hanya menghasilkan buah, kebun tersebut memiliki peluang dikembangkan menjadi pusat edukasi, agrowisata hingga ekosistem usaha baru apabila dikelola secara konsisten dan profesional.

Namun, bagi Egi, satu hal yang tidak kalah penting adalah kepastian pasar.

“Di Desa Merak Batin, daya serap dan demand-nya ada kepastian. Ini yang diinginkan pelaku usaha,” ungkapnya.

Kepastian permintaan menjadi faktor penting agar petani dan pelaku usaha memiliki keyakinan untuk terus mengembangkan produksi.

Pemerintah daerah berharap kolaborasi dengan pemerintah pusat dapat terus diperkuat sehingga program pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga menciptakan masyarakat yang semakin produktif, mandiri, dan sejahtera.

Bagi Desa Merak Batin, panen perdana anggur hari ini bisa menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang.

Sebab, tantangan sesungguhnya bukan sekadar menghasilkan buah, melainkan bagaimana buah tersebut mampu melahirkan nilai ekonomi yang terus berbuah bagi masyarakat.

Dari kebun anggur itulah harapan baru ekonomi desa mulai tumbuh.

Kini, perhatian pemerintah pusat sudah datang. Potensi pasar disebut tersedia. Tinggal bagaimana pemerintah desa, BUMDes, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menjaga momentum tersebut agar Kebun Anggur Merak Berseri tidak hanya menjadi kebanggaan Desa Merak Batin, tetapi benar-benar menjadi mesin ekonomi baru bagi warga.

“Harapannya, dengan kehadiran program pusat yang mampu kita akselerasi bersama kabupaten, kita bisa membangun Lampung Selatan dan masyarakat di sini menjadi lebih produktif lagi,” pungkas Egi Bupati.

Herman Bangkit

Follow me!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP