Bangkitpos.id, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, Kabupaten Sidoarjo berhasil masuk dalam 35 besar penerima Sertifikat Menuju Kota Bersih tahun 2025, bahkan menembus 10 besar nasional dalam pengelolaan sampah.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 1048 Tahun 2026 tentang Penilaian Kinerja Pengelolaan Sampah Kabupaten Sidoarjo Tahun 2025. Penghargaan secara simbolis diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Tahun 2026 di Balai Kartika, Jakarta, Rabu (25/2).
Penilaian dilakukan secara komprehensif, meliputi aspek anggaran dan kebijakan, sumber daya manusia, fasilitas pengelolaan sampah, serta capaian kinerja pengelolaan sampah dan kebersihan. Selain itu, terdapat sejumlah perubahan indikator penilaian pada tahun 2025, salah satunya porsi anggaran pengelolaan sampah minimal tiga persen dari total APBD yang menjadi komponen dengan bobot besar dalam penilaian.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan bahwa penilaian dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya menilai tampilan kota, tetapi juga kondisi lingkungan di tingkat rumah tangga, sungai, hingga pengelolaan sampah di belakang rumah masyarakat.
“Tata kelola sampah dinilai secara menyeluruh. Bukan hanya wajah kota, tapi juga dapur, sungai, dan sistem pengelolaan di tingkat masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan bahwa capaian ini menjadi motivasi besar bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan hidup, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah.
“Penghargaan ini menjadi pemicu semangat untuk terus menjaga lingkungan tetap bersih dan asri, sejalan dengan program nasional serta visi pembangunan berkelanjutan,” tegas Subandi.
Ia juga menekankan bahwa pengelolaan lingkungan tidak hanya berfokus pada penanganan di hilir, tetapi juga penguatan di sektor hulu, seperti edukasi pemilahan sampah, pengurangan timbulan sampah rumah tangga, serta penguatan partisipasi masyarakat melalui berbagai program berbasis komunitas, termasuk gerakan Jumat Bersih.
Dengan capaian ini, Kabupaten Sidoarjo semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah percontohan nasional dalam tata kelola persampahan dan penguatan budaya bersih di masyarakat. Prestasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat menuju terwujudnya Sidoarjo sebagai kota bersih dan berkelanjutan di masa depan.
Susy









