Bangkitpos.id, Lampung Selatan – Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 Kecamatan Bakauheni di Aula Kantor Kecamatan Bakauheni, Rabu (11/2/2026).
Dalam forum yang dihadiri m.syaiful Anwar Wakil Bupati Lampung Selatan, Sidik Camat Bakauheni, Alfanizar Sekcam Bakauheni, unsur, Forkompinda, Forkompincam Bakauheni, para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat tokoh pemuda hingga perangkat desa serta para tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wabup Syaiful Anwar menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis yang menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat desa dengan kebijakan pembangunan daerah.
“Musrenbang ini bukan sekadar agenda formalitas tahunan. Di sinilah aspirasi desa bertemu kebijakan daerah. Di sinilah harapan masyarakat diuji melalui keputusan yang kita ambil bersama,” ujar Syaiful Anwar.
Wabup menjelaskan, tema RKPD Tahun 2027 yakni Percepatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Potensi Desa untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat sangat relevan dengan karakter Bakauheni sebagai kawasan pesisir sekaligus pintu gerbang utama Pulau Sumatera.
Menurutnya, posisi strategis Bakauheni sebagai simpul konektivitas nasional melalui Pelabuhan Bakauheni harus dimanfaatkan untuk meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.
“Bakauheni bukan hanya gerbang Sumatera, tetapi beranda Sumatera. Harapannya, orang tidak hanya lewat, tetapi singgah, menikmati wisata, dan menggerakkan ekonomi masyarakat lokal,” tegasnya.
Paparan Capaian Pembangunan 2025
Dalam kesempatan itu, Wabup juga memaparkan capaian pembangunan Kabupaten Lampung Selatan sepanjang 2025 yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi mencapai 4,62 persen, melampaui rata-rata provinsi Lampung.
Angka kemiskinan turun dari 12,57 persen menjadi 12,05 persen, dan Tingkat Pengangguran Terbuka menurun dari 4,84 persen menjadi 4,67 persen.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 73,10. Di sektor infrastruktur, pemerintah telah menangani 53 ruas jalan kabupaten sepanjang 14 kilometer dan membangun 17 unit jembatan serta gorong-gorong. Sementara di bidang pendidikan, anggaran belanja modal gedung dan bangunan meningkat menjadi Rp38 miliar.
Namun demikian, ia menyoroti masih adanya 238 anak di Kecamatan Bakauheni yang belum melanjutkan pendidikan.
“Saya instruksikan kepala desa untuk mendata secara detail dan segera berkoordinasi dengan dinas terkait. Tahun 2026 kita harapkan Bakauheni tidak lagi memiliki anak putus sekolah,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Bakauheni, Sidik, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sektor pariwisata di wilayahnya terus berkembang dan menjadi potensi unggulan daerah.
Sejumlah destinasi yang telah dikenal antara lain Pantai Minang Rua, Batu Alif, Pematang Sunrise, Menara Siger, wisata mangrove, Air Terjun Bakauheni, hingga kawasan Tanjung Tua.
Menurut Sidik, Desa Kelawi menjadi salah satu contoh desa wisata yang berkembang pesat dengan garis pantai sepanjang 10 kilometer serta berbagai atraksi seperti penangkaran tukik, wisata bawah laut, Bukit Pematang Suluh, Goa Kelelawar, agrowisata, hingga homestay.
“Potensi wisata ini menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah kabupaten untuk penguatan infrastruktur penunjang agar sektor pariwisata semakin maju dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga,” ujar Sidik.
Musrenbang RKPD 2027 Kecamatan Bakauheni pun resmi dibuka dengan harapan seluruh usulan prioritas pembangunan dapat terakomodasi dan direalisasikan demi mewujudkan Bakauheni sebagai kawasan strategis yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Herman Bangkit









