Spillway Jember Jebol, MAKI Jatim Desak Aparat Bongkar Dugaan Korupsi hingga Tuntas

Bangkitpos.id, Jember,– Jebolnya bangunan spillway di Kabupaten Jember memicu sorotan tajam dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur. Organisasi antirasuah tersebut mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan penyimpangan dalam proyek yang dibiayai uang negara tersebut.

Ketua MAKI Jatim, Heru Satrio, menegaskan bahwa kerusakan pada infrastruktur yang baru dibangun atau belum lama difungsikan tidak boleh dianggap sebagai persoalan teknis semata. Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi pintu masuk untuk mengaudit seluruh proses proyek, mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan pekerjaan, hingga pengawasan.

“Jika sebuah bangunan yang menggunakan anggaran negara mengalami kerusakan serius, maka harus dipastikan apakah penyebabnya murni faktor teknis atau ada indikasi penyimpangan dalam pelaksanaannya. Karena uang negara sudah dikeluarkan dan masyarakat berhak memperoleh hasil pembangunan yang berkualitas,” tegas Heru.

MAKI Jatim meminta aparat penegak hukum, baik kepolisian, kejaksaan maupun lembaga terkait lainnya, segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

Pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada kondisi fisik bangunan, tetapi juga terhadap dokumen kontrak, spesifikasi teknis, proses lelang, hingga pertanggungjawaban penggunaan anggaran.

Menurut MAKI, apabila nantinya ditemukan adanya unsur perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara, maka seluruh pihak yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Heru menambahkan, proyek infrastruktur memiliki fungsi vital bagi masyarakat. Karena itu, kualitas pekerjaan tidak boleh dikompromikan hanya demi mengejar keuntungan pribadi maupun kelompok tertentu.

“Setiap rupiah dari APBN maupun APBD berasal dari rakyat. Karena itu penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai masyarakat dirugikan dua kali, pertama karena uang negara telah dikeluarkan, kedua karena bangunan yang dihasilkan justru rusak,” ujarnya.

Selain meminta penegakan hukum, MAKI Jatim juga mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan proyek infrastruktur agar kejadian serupa tidak kembali terulang di daerah lain.

Kasus jebolnya spillway tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat akuntabilitas pembangunan. MAKI Jatim menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga proses penyelidikan berjalan secara transparan dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

Susy

Follow me!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP