Bangkitpos.id, Surabaya –
Pimpinan sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PKS, Hj. Lilik Hendarwati, melaksanakan kegiatan reses Masa Persidangan ke-2 Tahun 2025–2026 dengan menyerap aspirasi warga RW 4 Kelurahan Banjar Sugihan, Surabaya, dalam suasana penuh keakraban dan dialog terbuka.
Kegiatan reses ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, serta harapan secara langsung kepada wakil rakyat di tingkat provinsi. Warga antusias menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari penguatan ekonomi keluarga, pemberdayaan UMKM, perizinan usaha, hingga kebutuhan pelayanan publik dan pembangunan wilayah.
Dalam sambutannya, Hj. Lilik Hendarwati menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting bagi anggota dewan untuk mendengarkan langsung suara masyarakat sebagai bahan perumusan kebijakan dan program pembangunan daerah.
“Reses adalah waktu bagi kami untuk benar-benar hadir, mendengar, dan menyerap aspirasi masyarakat. Semua masukan ini akan kami rangkum dan perjuangkan, khususnya yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, agar bisa masuk dalam pembahasan dan penganggaran APBD,” tegasnya.
Ia menjelaskan, hasil reses dari berbagai titik akan dihimpun sebagai bahan usulan program, baik yang berkaitan dengan kebijakan sosial, ekonomi, pemberdayaan masyarakat, maupun penguatan ketahanan keluarga. Aspirasi tersebut akan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan anggaran dan kebijakan di DPRD Provinsi Jawa Timur.
Hj. Lilik juga menyoroti pentingnya pendampingan UMKM, kemudahan perizinan berusaha, serta akses masyarakat terhadap lembaga perbankan daerah sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi warga. Menurutnya, penguatan ekonomi keluarga menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan sosial masyarakat perkotaan.
Selain itu, ia menegaskan sinergi antara DPRD Provinsi Jawa Timur dan DPRD Kota Surabaya, khususnya dari Fraksi PKS, agar aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan baik melalui jalur provinsi maupun kota, sesuai dengan kewenangan masing-masing.
“Apa yang menjadi aspirasi panjenengan semua adalah amanah bagi kami. Ini bukan sekadar catatan, tapi tanggung jawab moral dan politik untuk kami perjuangkan dalam kebijakan nyata,” tambahnya.
Kegiatan reses ini ditutup dengan sesi dialog interaktif, di mana warga menyampaikan unek-unek dan harapan secara langsung. Seluruh aspirasi tersebut dicatat sebagai bahan perjuangan dalam pembahasan program dan kebijakan pembangunan di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Susy









