Bangkipos.id, Lampung Selatan— Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) IX pada 17–18 Januari 2026 di Aula Serbaguna Antakusuma, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.
Munas IX RAPI merupakan forum tertinggi organisasi yang diikuti oleh Pengurus Nasional RAPI serta perwakilan Pengurus Daerah dari 33 provinsi di seluruh Indonesia.
Munas IX RAPI mengusung tema “Merunting Batu Aji: RAPI Melaju dengan Integritas dan Kebersamaan”, yang mencerminkan komitmen organisasi untuk terus memperkuat persatuan, meningkatkan profesionalisme, serta menegaskan peran strategis RAPI di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang komunikasi sosial dan penanggulangan kebencanaan.
Pelaksanaan Munas IX RAPI mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Kotawaringin Barat Hj. Nurhidayah, S.H., M.H., didampingi Wakil Bupati Suyanto, S.H., M.H., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat. Panitia penyelenggara juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Kalimantan Tengah atas dukungan terhadap terselenggaranya agenda nasional tersebut.
Dukungan terhadap Munas IX RAPI juga datang dari Edo Saputra Wijaya Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan sekaligus Sekretaris Fraksi Partai Gerindra dan Ketua RAPI Daerah 08 Provinsi Lampung.
Ketua RAPI Provinsi Lampung Edo Saputra Wijaya, menilai Munas merupakan momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi dan menyatukan visi organisasi RAPI secara nasional.
“Munas IX RAPI bukan hanya forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat soliditas, serta meningkatkan profesionalisme dan komitmen seluruh insan RAPI di Indonesia,” ujar Edo Saputra Wijaya.
Melalui Munas IX ini, RAPI diharapkan semakin solid, adaptif, dan berdaya saing dalam mendukung kepentingan masyarakat serta berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional, khususnya di bidang komunikasi dan kemanusiaan.
(Herman Bangkit)









