Bangkitpos.id, Papua Barat,- Jumat, 14 NovemberSalah seorang anggota DPR Papua Barat yang juga mantan aktifis UNIPA , a.n. Aloysius Paulus Siep, S.E. di sela-sela acara Focus Group Discussion (FGD) dan Pelantikan PMKRI dewan Pimpinan Cabang Manokwari menuturkan
” Bahwa seorang Presiden Mahasiswa (Presma) atau Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di universitas memiliki peran yang sangat penting sebagai penyambung lidah antara mahasiswa dan pihak universitas, serta sebagai pemimpin yang mendorong perubahan positif di kampus terutama dalam mempersiapkan diri suatu saat menjadi pemimpin bangsa atau negara, apalagi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 sebagaimana Visi “Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045”.
Dalam hal ini, salah satu misi dari delapan misi strategis “Asta Cita” adalah Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam dan budaya serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
Oleh karena itu, seluruh elemen Civitas Akademika senantiasa menerapkan konsep Tri Bina: Bina Kualitas, Bina Kuantitas dan Bina Fasilitas. Demikian halnya terhadap setiap regenerasi kepemimpinan Presiden Mahasiwa (Presma) atau Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) terutama yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali di UNIPA. Kaitannya adalah kualitas dari kepemimpinan seorang Presma atau Ketua BEM sebagai pemuda generasi emas bangsa adalah sangat besar, baik bagi mahasiswa itu sendiri maupun bagi pengembangan kampus secara keseluruhan.
Program kerja biasanya tidak terlepas pada isu-isu yang langsung mempengaruhi kehidupan mahasiswa, seperti kesejahteraan, pendidikan, fasilitas, serta hubungan antara mahasiswa dan pihak universitas, yang antara lain contohnya adalah Universitas Papua (UNIPA), Presma atau Ketua BEM memiliki peran vital dalam memperjuangkan aspirasi mahasiswa, memperbaiki kualitas hidup kampus, dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan komunitas akademik di masing-masing universitas.
Oleh karena itu, Presma atau Ketua BEM yang diusung adalah memang individu berkualitas seperti memiliki Indeks Prestasi (IP) yang cemerlang dan memiliki kapasitas mumpuni dalam berbagai hal terutama komunikasi sehingga mampu berdiplomasi di tataran nasional hingga internasional. Dengan kata lain, seorang Presma atau Ketua BEM di suatu universitas seperti UNIPA adalah memegang peran penting dalam memperjuangkan aspirasi mahasiswa dan membawa perubahan positif di kampus. Harapan yang diberikan kepada individu tersebut adalah mampu mengelola aspirasi mahasiswa dengan efektif, mendorong peningkatan kualitas pendidikan, memperjuangkan kesejahteraan mahasiswa, serta memperkuat rasa kebersamaan dan keberagaman di lingkungan kampus.
Oleh karenanya, program kerja cenderung berfokus pada kesejahteraan mahasiswa, pengembangan pendidikan, keberagaman budaya, pengembangan soft skills, serta pengabdian masyarakat, yang semuanya bertujuan untuk menciptakan kampus yang lebih baik, lebih inklusif, dan lebih dinamis.
Susy









