Dies Natalis ke-79, HMI Kalianda Gaungkan Kalianda Heritage Project: Warisan Sejarah Jadi Motor Ekonomi Lampung Selatan

Bangkitpos.id, Lampung Selatan – Momentum Dies Natalis ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kalianda Lampung Selatan menjadi panggung konsolidasi gagasan dan aksi nyata bagi kemajuan daerah.

Melalui puncak peringatan yang berlangsung pada Senin, (16/2/2026), di Kantor Pos Lama Kalianda Bawah bangunan peninggalan kolonial abad ke-19 HMI Cabang Kalianda menegaskan komitmennya menghadirkan Kalianda Heritage Project sebagai gerakan strategis berbasis sejarah dan pemberdayaan ekonomi.

Mengusung tema “Khidmat HMI untuk Lampung Selatan: HMI To Kalianda Heritage Project”

kegiatan ini dihadiri lintas unsur tokoh dan organisasi. Hadir Koordinator Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Erdiansyah, sekaligus Kadis Pmd Lam-Sel, Wakapolres Lampung Selatan Kompol I Made Silpa Yudiawan, S.H., S.I.K., M.H., perwakilan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Akbar Gumilang, Ketua Cipayung Lampung Selatan, serta perwakilan organisasi kemahasiswaan seperti PMII, IMM, BEM UIM, BEM UMK, dan DEMA STAI.

Turut hadir pula jajaran mantan Ketua Umum HMI Cabang Lampung Selatan periode pertama hingga ketiga serta kader HMI se-Lampung Selatan.

Ketua HMI Cabang Kalianda Lampung Selatan, Sandi Aprizal, menegaskan bahwa Kalianda Heritage Project bukan sekadar seremoni peringatan hari lahir organisasi, melainkan gerakan berkelanjutan untuk menjadikan kawasan bersejarah sebagai pusat peradaban dan pengembangan ekonomi berbasis komunitas.

Menurutnya, Kantor Pos Lama eks. kolonial tersebut akan diupayakan menjadi cagar budaya atau museum Kalianda yang mampu menjadi titik sentral daya tarik wisatawan ke Lampung Selatan dengan nuansa heritage yang kuat.

“Momentum Dies Natalis ke-79 ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi untuk memperkuat peran HMI sebagai kader umat dan kader bangsa. Dari sejarah, kita membangun arah masa depan yang lebih berdaya dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Erdiansyah selaku Koordinator Presidium KAHMI menyampaikan bahwa usia 79 tahun merupakan fase kematangan organisasi. HMI diharapkan mampu bertransformasi dari sekadar gerakan intelektual menjadi gerakan solutif yang berorientasi pada pembangunan daerah.

“HMI harus hadir sebagai katalisator kolaborasi antara pemuda, pemerintah, dan masyarakat dalam merawat serta mengoptimalkan potensi sejarah Kalianda,”Jelas Erdiyansyah.

Ia menilai inisiatif HMI mengangkat isu pelestarian heritage sebagai bagian dari pembangunan sosial dan budaya merupakan langkah strategis.

“Luar biasa adik-adik HMI. Jika tidak ada HMI, mungkin kami tidak mengetahui ada gedung bersejarah ini. Kemarin kita juga berkolaborasi membersihkannya. Semoga ke depan kita bersama-sama merawat dan melestarikannya,” ungkapnya.

Kalianda Heritage Project memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis sejarah. dinilai mampu membuka peluang usaha baru, memberdayakan UMKM, sekaligus memperkuat identitas lokal Lampung Selatan.

Acara ditutup dengan dialog interaktif antara narasumber dan mahasiswa Lampung Selatan untuk merumuskan arah pengembangan Kalianda Heritage ke depan.

Diskusi berlangsung hangat, menandai semangat kolaboratif lintas elemen dalam menjaga warisan sejarah sekaligus menggerakkan pembangunan berbasis budaya.

Melalui Dies Natalis ke-79 ini, HMI Kalianda menegaskan bahwa khidmat organisasi tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan dalam gagasan nyata dan gerakan berkelanjutan demi Lampung Selatan yang lebih berdaya, beridentitas, dan berkemajuan.

Herman Bangkit

Follow me!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP