Bangkitpos.id, Penengahan, Lampung Selatan — Gubernur Lampung sekaligus Ketua HKTI Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa kemajuan sektor pertanian harus berujung pada satu tujuan utama: meningkatkan kesejahteraan petani.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus anak cabang HKTI Lampung Selatan yang dirangkai dengan pemberian hadiah lomba tanaman jagung.berlangsung dilaksanakan di Desa Gandri kecamatan Penengahan Selasa,(1/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wahrul Fauzi Silalahi, Ketua HKTI Lampung Selatan, Porkopinda provinsi Lampung, Mugiyono Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Lampung Selatan mewakili Radityo Egi Pratama Bupati Lampung Selatan, jajaran Pemerintah, Forkopimda, kabupaten Lampung Selatan, Ali Wardana Anggota DPRD kabupaten Lampung Selatan fraksi partai Gerindra, Deddi Kurniawan Kapolres Lampung Selatan, Tedi Erik Susanto Kapolsek Penengahan, Camat Penengahan Hermawan, perwakilan perusahaan, para kepala desa terdiri dari beberapa kecamatan serta para Gapoktan se-Kecamatan Penengahan.
Rahmat Mirzani Djauzal Gubernur Lampung mengatakan Lampung memiliki kekayaan pertanian yang besar. Namun, melimpahnya hasil panen harus mampu meningkatkan taraf hidup petani.
“Kalau Indonesia mau maju, pertanian harus dijaga. Caranya satu, makmurkan petaninya. Kalau petaninya makmur, negaranya makmur,” tegas Iyai Mirza.
Menurutnya, kesejahteraan petani sangat berkaitan dengan harga komoditas. Ketika harga jagung, padi, kopi maupun singkong jatuh, kehidupan jutaan masyarakat yang bergantung pada pertanian ikut terdampak.
Karena itu, pemerintah harus memastikan harga hasil pertanian baik, pupuk tersedia dan produktivitas terus meningkat.
Mirza juga menyampaikan Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan program pupuk organik cair gratis bagi petani Lampung Selatan, terutama Kecamatan Penengahan.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus membantu petani menekan biaya produksi.
“Seluruh petani di Lampung Selatan, terutama di Penengahan, tahun depan harus mendapatkan pupuk organik cair gratis dari Pemerintah Provinsi Lampung,” ujarnya.
Gubernur menegaskan, target HKTI ke depan bukan hanya menjaga harga komoditas, tetapi juga mendorong produktivitas petani agar hasil panen per hektare semakin tinggi.
Selain produksi, Rahmat mendorong petani meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.
Ia mencontohkan jagung. Setelah dipanen, jagung tidak harus langsung dijual sebagai bahan mentah. Pemerintah dan masyarakat dapat mengembangkan fasilitas pengering (dryer) hingga pengolahan jagung menjadi pakan ternak.
Dengan begitu, desa dan kecamatan tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga pusat pengolahan hasil pertanian.
“Dari desa-desa dan kecamatan-kecamatan sudah produksi pakan ayam sendiri. Nilai tambahnya tetap berada di daerah,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPRD provinsi Lampung sekaligus Ketua HKTI Lampung Selatan Wahrul Fauzi Silalahi, menegaskan HKTI Lampung Selatan harus benar-benar bekerja dan memberikan manfaat bagi petani.
“HKTI Lampung Selatan ke depan harus benar-benar berbuat, harus benar-benar bermanfaat,” tegas Wahrul.
Menurutnya, kepengurusan HKTI harus diperkuat hingga tingkat bawah agar program dan perjuangan organisasi benar-benar menyentuh petani.
Wahrul juga mendorong sinergi HKTI dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk meningkatkan kesuburan lahan dan produktivitas pertanian.
“Harus dirapikan betul pasukan bawahnya. Kita bantu dengan program pemerintah provinsi dan kabupaten untuk memastikan tingkat kesuburan dan produktivitas hasil pertanian kita di Lampung Selatan,” ujarnya.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergotong royong mendukung kegiatan tersebut, mulai dari pemerintah, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, petani hingga Gapoktan.
Baik Rahmat Mirzani Djauzal maupun Wahrul sama-sama menekankan pentingnya kolaborasi.
Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, kecamatan, pemerintah desa, HKTI dan Gapoktan harus bergerak bersama membangun pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Sebab, ukuran keberhasilan pertanian bukan hanya berapa banyak hasil panen yang dihasilkan, tetapi juga seberapa besar hasil tersebut mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Petani kuat, desa maju, ekonomi bergerak. Dari pertanian yang sejahtera, Lampung semakin maju.
Herman Bangkit









