Damkarmat Lamsel Ingatkan Ancaman Kebakaran Kadis Sefri: 100 Kasus Terjadi, 38 Dipicu Korsleting dan 32 Kebakaran Lahan

Bangkitpos.id, Bakauheni, Lampung Selatan— Keindahan destinasi wisata tidak cukup hanya ditopang panorama alam dan fasilitas yang menarik. Faktor keamanan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

Pesan itu mengemuka saat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan memberikan edukasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran kepada 35 karyawan Lummay Villa Resort, kawasan Pantai Minang Tua, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Jum’at, (14/8/2026).

Kegiatan tersebut tidak sekadar sosialisasi. Para karyawan juga dibekali pengetahuan mengenai penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) hingga praktik langsung memadamkan api sebagai langkah awal menghadapi kondisi darurat.

Kepala Dinas Damkarmat Lampung Selatan, Sefri Masdian, mengapresiasi inisiatif manajemen Lummay Villa Resort yang secara aktif melibatkan petugas pemadam kebakaran dalam meningkatkan kemampuan karyawannya.

Menurut Sefri, langkah tersebut menunjukkan bahwa pengelola destinasi wisata tidak hanya mengejar pengembangan infrastruktur, tetapi juga menempatkan keselamatan dan kenyamanan pengunjung sebagai prioritas.

“Saya apresiasi inisiatif manajemen Lummay Villa Resort yang mengundang kami untuk memberikan pelatihan terkait pencegahan kebakaran,” ujar Sefri.

Ia menilai, kesiapsiagaan menghadapi kebakaran menjadi semakin penting di kawasan wisata karena keselamatan merupakan salah satu kebutuhan dasar wisatawan ketika menikmati liburan.

“Itu artinya, manajemen tidak hanya menyuguhkan panorama keindahan pantai serta infrastruktur yang ada di dalamnya, tetapi juga memikirkan kenyamanan dan keselamatan pengunjung dari bahaya kebakaran,” tegasnya.

Di hadapan para karyawan, Sefri memaparkan bahwa faktor kelalaian manusia masih menjadi salah satu pemicu utama terjadinya kebakaran.

Berdasarkan data Damkarmat Lampung Selatan, sejak Januari hingga 13 Agustus 2026, tercatat 100 peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Lampung Selatan.

Dari angka tersebut, 38 kejadian disebabkan korsleting listrik, sehingga masyarakat maupun pengelola tempat usaha diminta tidak menganggap sepele penggunaan instalasi dan peralatan listrik.

Sefri menjelaskan, penggunaan terlalu banyak perangkat dalam satu stop kontak dapat menimbulkan panas berlebih (overheating) dan berpotensi memicu korsleting.

“Terlalu banyak perangkat yang dicolokkan membuat arus melebihi kapasitas maksimal stop kontak. Hambatan listrik meningkat, menghasilkan suhu panas yang membuat komponen plastik steker atau stop kontak dapat meleleh dan terjadilah percikan api yang dapat membakar benda-benda di sekitar,” jelasnya.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menumpuk steker, menggunakan peralatan listrik sesuai kapasitas dan mencabut perangkat yang sudah tidak digunakan.

“Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan guna mencegah kebakaran yang disebabkan oleh korsleting listrik, yakni hindari menumpuk steker, gunakan sesuai kapasitas dan cabut jika selesai digunakan,” paparnya.

Ancaman kebakaran tidak hanya berasal dari listrik. Memasuki musim kemarau, kebakaran lahan juga menjadi perhatian serius Damkarmat Lampung Selatan.

Sejak Juli hingga 13 Agustus 2026, tercatat 32 peristiwa kebakaran lahan yang disebabkan pembakaran sampah maupun lahan.

Sefri pun mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terlebih ketika kondisi cuaca kering dan angin cukup kencang.

“Upayakan hindari membakar sampah atau lahan. Saat ini sedang musim kemarau yang lebih kering. Sangat berbahaya jika kita bakar sampah atau lahan tanpa adanya pengawasan yang ketat, terlebih jika ada hembusan angin yang kencang,” imbaunya.

Sementara itu, General Manager Lummay Villa Resort, Kukuh Wibawanto, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen manajemen dalam memberikan rasa aman kepada para tamu.

Menurutnya, seluruh karyawan perlu memiliki pemahaman dasar mengenai tindakan yang harus dilakukan apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat kebakaran.

“Kami mengundang Damkarmat pada acara pelatihan ini untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada seluruh karyawan mengenai penanggulangan kebakaran, penggunaan APAR yang tepat, serta tindakan yang harus dilakukan apabila terjadi keadaan darurat kebakaran,” kata Kukuh.

Ia berharap, pengetahuan yang diberikan petugas Damkarmat dapat meningkatkan kesiapsiagaan karyawan sekaligus mempercepat tindakan awal ketika terjadi keadaan darurat.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, seluruh karyawan dapat lebih memahami prosedur keselamatan dan tanggap darurat, sehingga dapat melakukan tindakan awal yang tepat apabila terjadi kebakaran,” harapnya.

Kukuh menegaskan bahwa kenyamanan wisatawan menjadi salah satu perhatian utama manajemen.

“Kami berupaya memberikan yang terbaik bagi para tamu. Mereka yang berkunjung ke sini dapat lebih enjoy menikmati liburannya tanpa ada rasa khawatir terhadap situasi darurat. Kami ingin para tamu merasa nyaman dan aman berkunjung ke sini,” tutupnya.

Herman Bangkit

Follow me!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP