Bangkitpos.id, Surabaya, – Kiprah Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Muhammad Nabil, dalam membangun dan memperkuat ekosistem olahraga prestasi di Jawa Timur kembali mendapat apresiasi. Kali ini, Muhammad Nabil menerima Radar Surabaya Award 2026, sebuah penghargaan yang diberikan kepada tokoh yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam mengelola, membina, dan mengembangkan olahraga prestasi.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam malam penganugerahan Radar Surabaya Award 2026 yang digelar di Hotel Vasa Surabaya, Kamis (30/7/2026) malam.
Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap kiprah Muhammad Nabil dalam mendorong kemajuan olahraga Jawa Timur, khususnya melalui penguatan sistem pembinaan atlet yang terarah, berkelanjutan dan berorientasi pada prestasi.
Jawa Timur selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang menjadi lumbung atlet nasional. Berbagai cabang olahraga terus melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengukir prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Di tengah persaingan olahraga yang semakin ketat, keberadaan sistem pembinaan yang kuat menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga konsistensi prestasi tersebut.
Di bawah kepemimpinan Muhammad Nabil, KONI Jawa Timur terus mendorong terciptanya tata kelola pembinaan olahraga yang lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan olahraga modern.
Pembinaan tidak hanya diarahkan pada pencapaian medali dalam sebuah pertandingan, tetapi juga menyentuh aspek regenerasi atlet, peningkatan kualitas pelatih, pengembangan usia dini hingga pemanfaatan pendekatan sport science.
Sinergi antara pemerintah daerah, KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet serta berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga Jawa Timur.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi fondasi untuk menjaga kesinambungan pembinaan sekaligus memastikan munculnya generasi baru atlet berprestasi.
Prestasi atlet-atlet Jawa Timur dalam berbagai kejuaraan nasional, Pekan Olahraga Nasional (PON), hingga kompetisi internasional menjadi salah satu gambaran dari proses panjang pembinaan yang dilakukan.
Medali dan prestasi yang diraih para atlet tidak hanya menjadi kebanggaan bagi insan olahraga, tetapi juga membawa nama Jawa Timur dan Indonesia ke panggung yang lebih luas.
Karena itu, penghargaan yang diterima Muhammad Nabil tidak sekadar dimaknai sebagai penghargaan personal. Apresiasi tersebut juga menjadi refleksi terhadap kerja bersama seluruh elemen olahraga Jawa Timur yang selama ini berada di belakang perjuangan para atlet.
MAKI Jatim: Muhammad Nabil Layak Disebut Bapak Olahraga Jawa Timur
Apresiasi terhadap penghargaan Muhammad Nabil juga datang dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koorwil Provinsi Jawa Timur.
Ketua MAKI Jatim, Heru Satriyo, menyambut baik penghargaan yang diberikan kepada Ketua KONI Jawa Timur tersebut.
Menurut Heru, prestasi olahraga Jawa Timur tidak dapat dilepaskan dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten serta kemampuan membangun sinergi di antara berbagai pihak.
MAKI Jatim menilai keberhasilan KONI Jawa Timur dalam mempertahankan tradisi prestasi merupakan bagian penting dalam menjaga nama baik dan kehormatan Provinsi Jawa Timur melalui capaian para atlet.
Dalam pandangan MAKI Jatim, dunia olahraga bukan hanya mengenai pertandingan dan perolehan medali. Di balik setiap prestasi atlet terdapat proses panjang yang melibatkan pembinaan, kedisiplinan, kerja keras, pelatih, organisasi, dukungan pemerintah serta berbagai pihak lainnya.
Heru menilai kepemimpinan Muhammad Nabil memberikan warna tersendiri dalam perjalanan pembinaan olahraga prestasi di Jawa Timur.
“Di bawah tangan dingin dan sikap bijaksana seorang Pak Nabil yang telah menjelma sebagai Bapak Olahraga Jawa Timur, prestasi demi prestasi berhasil diraih dan memberikan keharuman serta wibawa Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bidang pentas olahraga, baik di skala nasional maupun internasional,” ujar Heru MAKI, Ketua MAKI Koorwil Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, penghargaan Radar Surabaya Award 2026 dapat menjadi motivasi tambahan bagi KONI Jawa Timur untuk terus memperkuat pembinaan dan tidak berhenti melakukan inovasi.
Sebab, tantangan dunia olahraga ke depan dipastikan semakin kompleks. Persaingan antardaerah maupun antarnegara menuntut adanya sistem pembinaan yang semakin profesional, terukur dan berkesinambungan.
Bukan Sekadar Medali
Keberhasilan dalam membangun olahraga prestasi, lanjut Heru, seharusnya tidak semata-mata dilihat dari berapa banyak medali yang berhasil diraih.
Lebih jauh, keberhasilan juga dapat dilihat dari kemampuan sebuah organisasi olahraga membangun sistem yang mampu melahirkan atlet secara berkelanjutan.
Pembinaan usia dini, peningkatan kapasitas pelatih, fasilitas latihan, penerapan sport science, kesejahteraan atlet serta dukungan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem olahraga modern.
Dengan demikian, prestasi yang diraih atlet tidak berhenti pada satu generasi, melainkan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
Jawa Timur sendiri memiliki modal besar untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah pemasok atlet nasional. Potensi tersebut perlu terus dirawat melalui pembinaan yang konsisten dan pengelolaan organisasi yang profesional.
Penghargaan Radar Surabaya Award 2026 kepada Muhammad Nabil sekaligus menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa prestasi olahraga merupakan hasil dari proses panjang.
Ada kerja keras atlet, perjuangan pelatih, dukungan orang tua, organisasi cabang olahraga, KONI, pemerintah daerah serta masyarakat yang memberikan dukungan terhadap dunia olahraga.
Bagi KONI Jawa Timur, penghargaan tersebut diharapkan tidak menjadi titik akhir, melainkan menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan.
Targetnya jelas, yakni mempertahankan tradisi prestasi Jawa Timur sekaligus memperluas kontribusi atlet-atlet daerah tersebut terhadap prestasi olahraga Indonesia.
Sementara bagi MAKI Jatim, sosok Muhammad Nabil dinilai telah menunjukkan peran penting dalam menjaga eksistensi dan marwah olahraga Jawa Timur.
Dengan sederet program pembinaan dan capaian atlet yang terus berkembang, Muhammad Nabil pun mendapat apresiasi sebagai figur yang dinilai layak menyandang sebutan “Bapak Olahraga Jawa Timur.”
Predikat tersebut tentu membawa konsekuensi besar. Sebab, semakin tinggi apresiasi yang diberikan, semakin besar pula harapan publik terhadap keberlanjutan pembinaan olahraga di Jawa Timur.
Ke depan, masyarakat berharap prestasi atlet Jawa Timur tidak hanya terus bertambah dari sisi jumlah medali, tetapi juga melahirkan lebih banyak atlet yang mampu menembus level dunia.
Dengan fondasi pembinaan yang kuat, kolaborasi antarpemangku kepentingan serta kepemimpinan yang konsisten, Jawa Timur diharapkan tetap menjadi salah satu kekuatan utama olahraga Indonesia dan terus mengharumkan nama daerah serta bangsa di panggung nasional maupun internasional.
Susy









