Siswa Latja Akpol 2026 Bersama Satreskrim Polres Kediri Kota Lakukan Pengecekan Bapokting dan SPPG, Pastikan Stabilitas Harga serta Kualitas Program Makan Bergizi

Bangkitpos.id, Kediri Kota, – Dalam upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok penting (Bapokting) sekaligus memastikan kualitas pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kediri Kota bersama siswa Latihan Kerja (Latja) Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2026 melaksanakan kegiatan pengecekan di sejumlah lokasi strategis di wilayah hukum Polres Kediri Kota, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif Martadinata, STK, SIK tersebut menyasar Pasar Setono Betek sebagai pusat aktivitas perdagangan masyarakat serta lokasi SPPG yang menjadi bagian dari program pemenuhan gizi bagi masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres Kediri Kota, siswa Latja Akpol Tahun 2026, serta perwakilan media yang ikut melakukan pemantauan lapangan.

AKP Achmad Elyasarif Martadinata mengatakan bahwa pengecekan dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman, harga relatif stabil, serta tidak ditemukan praktik penimbunan maupun permainan harga yang dapat merugikan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan Satgas Pangan bersama para siswa Latja Akpol untuk memberikan pengalaman langsung di lapangan terkait pengawasan distribusi dan perdagangan bahan pokok. Selain itu, kami ingin memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar,” ujarnya.

Dalam pengecekan di Pasar Setono Betek, petugas melakukan dialog dengan para pedagang dan pembeli untuk mengetahui perkembangan harga sejumlah komoditas penting seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, cabai, bawang merah, bawang putih, daging ayam, serta kebutuhan pokok lainnya.

Petugas juga melakukan pendataan dan pencocokan harga guna mengetahui potensi kenaikan maupun penurunan harga yang terjadi di tingkat pasar. Hasil pengecekan ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi Satgas Pangan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan masyarakat.

Selain melakukan pemantauan harga, rombongan juga melaksanakan pengecekan terhadap pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan ini bertujuan memastikan bahan makanan yang digunakan memenuhi standar kualitas, keamanan pangan, serta proses distribusi berjalan sesuai ketentuan.

Menurut AKP Achmad Elyasarif, pengawasan terhadap SPPG menjadi salah satu perhatian penting karena berkaitan langsung dengan kualitas makanan yang diterima masyarakat, khususnya kelompok penerima manfaat program pemenuhan gizi.

“Program pemenuhan gizi harus didukung dengan bahan pangan yang berkualitas dan aman dikonsumsi. Oleh karena itu, kami melakukan pengecekan secara langsung untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar,” jelasnya.

Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi para siswa Latja Akpol Tahun 2026. Para taruna diberikan kesempatan untuk melihat secara langsung mekanisme pengawasan bahan pokok penting, tata kelola distribusi pangan, hingga langkah-langkah penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran di bidang perdagangan dan distribusi pangan.

Melalui pengalaman lapangan tersebut, para siswa Akpol diharapkan mampu memahami tugas kepolisian secara komprehensif, tidak hanya dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga pengawasan dan perlindungan terhadap kepentingan masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, petugas menggunakan sejumlah sarana pendukung berupa lima unit kendaraan operasional, rompi Satgas Pangan, serta perangkat administrasi untuk pendataan dan dokumentasi hasil pengecekan.

Satreskrim Polres Kediri Kota menegaskan akan terus melakukan monitoring dan pengawasan secara berkala terhadap peredaran bahan pokok penting di wilayah Kota Kediri. Langkah ini dilakukan guna mencegah terjadinya kelangkaan barang, penimbunan, maupun praktik-praktik yang dapat mengganggu stabilitas harga dan merugikan masyarakat.

Dengan adanya sinergi antara Satreskrim Polres Kediri Kota, siswa Latja Akpol Tahun 2026, serta berbagai pihak terkait, diharapkan kondisi ketahanan pangan dan program pemenuhan gizi di wilayah hukum Polres Kediri Kota dapat berjalan optimal, sehingga masyarakat memperoleh manfaat secara maksimal dari berbagai program pemerintah yang sedang dijalankan.

Susy

Follow me!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP