Bangkitpos.id, Surabaya, – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei 2026, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur menyampaikan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui pendekatan edukatif, khususnya di bidang keselamatan berlalu lintas.
Melalui desain visual ucapan resmi yang dirilis, Ditlantas Polda Jatim tidak hanya menyampaikan pesan seremonial, namun juga menegaskan peran strategis kepolisian dalam membangun karakter generasi muda. Tema yang diangkat tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”, menjadi cerminan kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Dalam materi publikasi tersebut, terlihat Direktur Lalu Lintas Polda Jatim bersama jajaran Bhayangkari turut memberikan pesan inspiratif. Kehadiran sosok polisi yang berinteraksi langsung dengan anak-anak sekolah menggambarkan pendekatan humanis aparat dalam memberikan edukasi sejak usia dini, khususnya terkait disiplin dan keselamatan di jalan raya.
Kombes Pol Iwan Saktiadi selaku Dirlantas Polda Jatim menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi sekolah, melainkan juga seluruh elemen masyarakat, termasuk kepolisian. Menurutnya, edukasi berlalu lintas merupakan bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap keselamatan diri maupun orang lain.
“Momentum Hari Pendidikan Nasional ini menjadi pengingat bahwa tugas mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya milik tenaga pendidik, tetapi juga seluruh elemen, termasuk Polri. Kami hadir untuk memberikan edukasi yang aplikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti tertib berlalu lintas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ditlantas Polda Jatim selama ini активно menggelar berbagai program edukasi, seperti Police Goes to School, kampanye keselamatan jalan, hingga simulasi rambu lalu lintas bagi anak-anak. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan pemahaman sejak dini agar generasi muda memiliki kesadaran tinggi terhadap aturan dan keselamatan di jalan.
Dalam visual yang dirilis, juga tampak anak-anak memegang berbagai rambu lalu lintas sebagai simbol pembelajaran interaktif. Hal ini menjadi pendekatan kreatif dalam mengenalkan aturan berkendara secara menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Tak hanya itu, peran Bhayangkari juga terlihat aktif dalam mendukung program pendidikan, terutama dalam pembinaan karakter anak dan keluarga. Sinergi antara Polri dan Bhayangkari menjadi kekuatan tambahan dalam membangun ekosistem pendidikan yang holistik.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 ini diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat, tenaga pendidik, dan masyarakat, cita-cita menciptakan generasi unggul dan berdaya saing global dapat terwujud.
Melalui semangat ini, Polda Jatim menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan juga pembentukan karakter dan budaya disiplin yang dimulai dari hal sederhana, termasuk tertib berlalu lintas.
Dengan pendekatan yang humanis, edukatif, dan berkelanjutan, Ditlantas Polda Jatim optimistis dapat turut berkontribusi dalam menciptakan generasi masa depan yang cerdas, beretika, dan sadar hukum.
Susy









