Bangkitpos.id, Surabaya, – Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April kembali dimaknai secara istimewa oleh keluarga besar Samsat Surabaya Timur. Melalui sebuah ucapan visual yang sarat nuansa budaya, instansi pelayanan publik ini tidak hanya menyampaikan selamat Hari Kartini, tetapi juga menegaskan komitmen terhadap pelayanan berintegritas kepada masyarakat.
Peringatan Hari Kartini tampak suasana di kawasan Kantor Bersama Samsat Manyar Surabaya Timur yang dihiasi ornamen khas budaya Jawa. Sejumlah pegawai perempuan mengenakan kebaya anggun, sementara pegawai laki-laki tampil dengan busana tradisional, menciptakan suasana penuh kearifan lokal. Pesan utama yang diangkat adalah semangat emansipasi perempuan yang diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini, dengan kutipan terkenal, “Habis Gelap Terbitlah Terang.”
Tidak hanya sekadar seremoni, peringatan ini juga menjadi refleksi atas peran perempuan dalam pelayanan publik. Perempuan di lingkungan Samsat Surabaya Timur dinilai memiliki kontribusi besar dalam memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan profesional kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan dan kemajuan perempuan di berbagai bidang, termasuk sektor pemerintahan.
Kepala UPT Samsat Manyar Surabaya Timur melalui keterangan internalnya menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat nilai-nilai integritas, dedikasi, dan inovasi.
“Perempuan hari ini bukan hanya pelengkap, tetapi penggerak utama dalam pelayanan publik yang berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ujarnya.
Dalam peringatan Hari Kartini tahun ini mengusung tema “Zona Integritas Wilayah Samsat Manyar – Surabaya Timur,” yang menunjukkan bahwa instansi ini tengah membangun sistem pelayanan yang bersih dari praktik korupsi serta berorientasi pada peningkatan kualitas layanan. Zona integritas tersebut menjadi simbol komitmen untuk menciptakan birokrasi yang transparan dan akuntabel.
Masyarakat yang datang ke Samsat Manyar pun mengapresiasi suasana berbeda yang dihadirkan pada peringatan Hari Kartini kali ini. Selain memperindah lingkungan kerja, nuansa budaya juga memberikan pengalaman pelayanan yang lebih humanis dan dekat dengan nilai-nilai lokal.
Peringatan Hari Kartini di Samsat Surabaya Timur menjadi bukti bahwa semangat perjuangan perempuan Indonesia terus hidup dan berkembang. Tidak hanya dalam ruang keluarga atau pendidikan, tetapi juga dalam lini pelayanan publik yang langsung bersentuhan dengan masyarakat luas.
Dengan mengusung semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang,” Samsat Surabaya Timur berharap mampu terus bertransformasi menjadi institusi pelayanan yang modern, profesional, dan berintegritas, sekaligus memberikan ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk berkontribusi dan berprestasi.
Susy









