Bangkitpos.id, Jawa Timur, – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur kembali menyoroti keberadaan pabrik semen IMASCO yang disebut-sebut kembali menelan korban jiwa.
Ketua MAKI Jatim, Heru Satrio, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang diduga menyebabkan dua orang meninggal dunia, sekaligus mendesak adanya evaluasi total terhadap operasional perusahaan tersebut.
Menurut Heru MAKI, kejadian ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan harus menjadi alarm serius bagi seluruh pihak, khususnya manajemen perusahaan, pemerintah daerah, hingga instansi pengawas ketenagakerjaan dan lingkungan hidup. Ia menilai keselamatan pekerja dan warga sekitar harus menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan.
“Kalau benar kembali ada korban jiwa, maka ini harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai aktivitas industri mengorbankan nyawa manusia. Keselamatan harus ditempatkan di atas kepentingan produksi,” tegas Heru Satrio dalam keterangannya, Sabtu (13/4/2026).
Heru menegaskan, MAKI Jatim siap turun mengawal persoalan tersebut hingga tuntas. Bahkan pihaknya mengaku siap bergerak bersama elemen masyarakat untuk mendorong penghentian sementara operasional pabrik apabila ditemukan adanya dugaan pelanggaran serius terkait standar keselamatan kerja maupun dampak lingkungan.
Menurutnya, langkah penutupan sementara perlu dipertimbangkan agar proses investigasi dapat berjalan objektif dan transparan. Ia menilai, apabila pabrik tetap beroperasi di tengah dugaan insiden fatal, maka akan menimbulkan keresahan publik dan berpotensi mengaburkan proses penelusuran fakta di lapangan.
“Tidak boleh ada pembiaran. Kalau memang ada unsur kelalaian, maka harus ada tindakan tegas. Pemerintah harus hadir untuk melindungi masyarakat,” ujarnya.
Selain aspek keselamatan kerja, MAKI Jatim juga menyoroti dampak lingkungan dari aktivitas industri semen yang selama ini kerap menuai perhatian warga. Debu, getaran alat berat, hingga aktivitas penambangan di kawasan sekitar disebut menjadi keluhan yang terus berulang. Heru meminta dinas terkait segera melakukan audit menyeluruh terhadap izin operasional, AMDAL, dan kepatuhan perusahaan terhadap aturan yang berlaku.
Ia menambahkan, tragedi yang diduga kembali memakan korban jiwa tersebut tidak boleh hanya berakhir pada belasungkawa semata. Harus ada langkah nyata berupa investigasi independen, penegakan hukum, dan pembenahan sistem keamanan kerja agar peristiwa serupa tidak terus berulang.
“Nyawa manusia tidak bisa diganti dengan apa pun. Jangan sampai ini menjadi korban kesekian tanpa ada solusi yang jelas,” tandasnya.
MAKI Jatim juga membuka ruang bagi keluarga korban maupun masyarakat sekitar yang ingin menyampaikan informasi tambahan terkait dugaan pelanggaran di lapangan. Heru menegaskan pihaknya akan terus mengawal kasus ini sebagai bentuk keberpihakan terhadap keadilan dan keselamatan publik.
Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi teknis segera turun tangan melakukan pengecekan langsung. Transparansi hasil investigasi dinilai penting agar tidak memunculkan spekulasi di tengah publik.
Kasus ini kini menjadi sorotan luas, terlebih karena isu keselamatan kerja di sektor industri berat kerap menjadi perhatian serius masyarakat Jawa Timur.
Desakan evaluasi total terhadap IMASCO pun menguat, seiring harapan agar tidak ada lagi korban jiwa di masa mendatang.
Susy









