Bangkitpos.id, Surabaya, – Kebakaran yang terjadi di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo Surabaya pada Jumat pagi, 15 Mei 2026, memicu kepanikan pasien, keluarga pasien, hingga tenaga medis. Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan satu pasien kritis meninggal dunia saat proses evakuasi ruang Intensive Care Unit (ICU) berlangsung.
Keterangan resmi disampaikan dalam konferensi pers yang digelar pukul 09.30.WIB di lantai 4 IGD RSUD Dr Sutomo Surabaya. Dihadiri oleh Direktur RSUD Dr Sutomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa didampingi sejumlah pejabat rumah sakit dan tim pe anganan darurat. Hadir pula Wakil Direktur Pendidikan, Profesi, Penelitian dan SDM RSUD Dr Sutomo, Prof Dr. AHMAD Suryawan.
” Pasien-pasien mayoritas sudah berhasil di evakuasi pada menit-menit awal kejadian. Kami bergerak bersama tim medis dan petugas lain untuk memastikan seluruh pasien segera dipindahkan ke lokasi yang lebih aman,” terang Ahmad Suryawan.
Peristiwa kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di lantai 5 Gedung PPJT yang merupakan area layanan bedah dan perawatan jantung. Kepulan asap hitam pekat dengan cepat menyebar ke sejumlah lantai sehingga petugas rumah sakit langsung melakukan evakuasi darurat terhadap pasien dan pengunjung.
Suasana mencekam terlihat saat tenaga medis bersama petugas gabungan berjibaku memindahkan pasien menggunakan ranjang dorong, kursi roda hingga alat bantu pernapasan menuju area aman. Sejumlah pasien dalam kondisi kritis bahkan harus dievakuasi dengan pengawasan ketat tim medis karena masih bergantung pada alat bantu oksigen dan ventilator

Namun dalam proses tersebut, terdapat 2 pasien kritis yang masih berada di ruangan ICU lantai atas karena kondisinya bergantung penuh pada alat bantu medis intensif termasuk Ventilasi dan perangkat penunjang kehidupan lainnya
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya membenarkan adanya korban meninggal dunia dalam insiden tersebut. Korban diketahui merupakan pasien ICU dengan kondisi kritis yang tengah menjalani perawatan intensif saat kebakaran terjadi.
Kepala IGD RSUD Dr Sutomo, Dr. Rizal menjelaskan bahwa dalam situasi darurat tersebut pihaknya harus melakukan stratifikasi pasien untuk menentukan prioritas evakuasi berdasarkan tingkat kegawatan kondisi pasien.
” Dua pasien ini memang membutuhkan evakuasi segera. Tim bekerja simultan dan diputuskan pasien dipindahkan keruang resusitasi lantai 1 sebagai area intensif terdekat,” ujarnya.
Selain korban meninggal, puluhan pasien lainnya berhasil dievakuasi ke sejumlah ruangan alternatif dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) guna mendapatkan penanganan lanjutan. Petugas pemadam kebakaran bersama BPBD, TNI-Polri serta tenaga kesehatan bergerak cepat melakukan penyelamatan untuk memastikan seluruh pasien dapat dipindahkan dengan aman.

Sementara itu dokter penanggungjawab pasien kritis, Dr. Thomas menyampaikan bahwa pasien yang meninggal dunia bukan disebabkan oleh paparan asap kebakaran. Menurutnya, pasien tersebut sejak awal berada dalam kondisi sangat kritis dan seluruh fungsi penunjang kehidupannya bergantung pada mesin medis dan alat bantu jantung.
Kebakaran juga sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan rumah sakit karena asap tebal memenuhi lorong hingga area beberapa lantai gedung. Pengunjung dan keluarga pasien terlihat berhamburan keluar bangunan demi menghindari paparan asap.
Koordinator pengamanan alat medis, Dr. Yusuf mengatakan pihaknya kini tengah melakukan inventarisasi terhadap alat-alat kesehatan dan perangkat IT yang terdampak kebakaran maupun gangguan listrik.
“Kami melakukan mitigasi terhadap alat-alat medis dan perangkat elektronik yang terdampak agar pelayanan tetap berjalan,” katanya.
Sementara itu, Kepala PPJT RSUD Dr Soetomo, Dr. Rajin menjelaskan bahwa pelayanan kegawat daruratan sementara akan dialihkan ke gedung lain yang memiliki fasilitas memadai, termasuk Gedung GBPT, sambil menunggu evaluasi kondisi bangunan terdampak kebakaran.
Dalam proses penanganan awal, muncul informasi bahwa sistem hydrant di lokasi sempat mengalami tekanan air rendah sehingga upaya pemadaman awal tidak berjalan maksimal. Namun petugas damkar akhirnya berhasil mengendalikan api sebelum merembet lebih luas ke area pelayanan lainnya.
Dari total 27 pasien yang di evakuasi, sebagian besar dipindahkan ke ruang ROI dan beberapa ruang intensif lainnya yang dinilai aman dan siap digunakan untuk pelayanan lanjutan.
Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Tim identifikasi dan laboratorium forensik dijadwalkan melakukan pemeriksaan guna mengetahui sumber api serta memastikan ada tidaknya unsur kelalaian dalam insiden tersebut.
Manajemen RSUD dr Soetomo menyatakan pelayanan kesehatan tetap berjalan sambil melakukan penataan ulang terhadap ruangan terdampak kebakaran. Pihak rumah sakit juga memastikan seluruh pasien yang dievakuasi telah mendapatkan penanganan medis lanjutan sesuai kondisi masing-masing.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius masyarakat mengingat RSUD dr Soetomo merupakan rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Timur dengan fasilitas layanan jantung yang menangani pasien dari berbagai daerah di Indonesia timur.
Susy









