Bangkitpos.id, Lampung Selatan – Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026, umat Hindu Banjar Setya Dharma Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, menggelar ritual suci Upacara Melasti pada Senin (16/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan pantai lingkungan PT. Maju Tambak Sumur tersebut turut dihadiri Pemerintah Kecamatan Ketapang sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat.
Camat Ketapang Sri Mahendra KD menyampaikan bahwa tradisi Melasti merupakan bagian penting dalam rangkaian perayaan Nyepi yang sarat makna spiritual bagi umat Hindu.
“Pemerintah kecamatan sangat mengapresiasi kegiatan keagamaan ini. Tradisi Melasti bukan hanya menjaga nilai spiritual, tetapi juga melestarikan budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh umat Hindu I Ketut Warta Dinata menjelaskan bahwa bagi umat Hindu, Hari Raya Nyepi dimaknai sebagai momentum untuk mencapai kedamaian melalui pelaksanaan Catur Brata Penyepian, yakni pengendalian diri yang dilakukan selama satu hari penuh.
Menurutnya, sebelum Nyepi, umat Hindu terlebih dahulu melaksanakan berbagai rangkaian ritual, salah satunya Melasti. Upacara ini bertujuan untuk menyucikan diri sekaligus membersihkan alam semesta dari unsur-unsur negatif.
“Melasti adalah simbol penyucian diri dan alam semesta agar umat dapat menjalani Hari Raya Nyepi dengan hati yang bersih, tenang, dan penuh kedamaian,” jelasnya.
Ia juga berharap adanya perhatian dari pihak perusahaan terkait kondisi akses menuju lokasi pantai yang menjadi tempat rutin pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Karena lokasi ini setiap tahun digunakan untuk kegiatan Melasti oleh umat Hindu, khususnya Banjar Setya Dharma Desa Sumur, kami berharap akses jalan menuju pantai dapat diperbaiki agar memudahkan masyarakat,” pungkas nya.
Kegiatan Melasti berlangsung khidmat dan diikuti umat Hindu setempat sebagai bagian dari rangkaian persiapan menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Herman Bangkit









