Bangkitpos id, Lampung Selatan– Upaya deradikalisasi yang dilakukan jajaran Pemasyarakatan kembali menunjukkan hasil positif.
Satu orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kasus tindak pidana terorisme (Napiter) asal Lapas Kelas IIA Kalianda secara resmi mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Prosesi ikrar setia tersebut digelar di Lapas Kelas I Bandar Lampung, Selasa (3/2/2026), dan diikuti oleh empat WBP Napiter dari sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Provinsi Lampung.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan, deradikalisasi, serta reintegrasi sosial, yang bertujuan membimbing WBP Napiter untuk meninggalkan paham radikal dan kembali ke ideologi bangsa.
Dalam ikrar tersebut, para WBP Napiter menyatakan komitmen penuh untuk setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta NKRI, sekaligus menolak segala bentuk ideologi yang bertentangan dengan dasar negara.
Kalapas Kalianda: Bukti Keberhasilan Deradikalisasi
Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda, Beni Nurrohman, menyampaikan apresiasinya atas langkah yang diambil oleh WBP Napiter binaannya tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi langkah WBP Napiter Lapas Kalianda yang telah mengucapkan ikrar setia kepada NKRI. Ini menjadi bukti nyata bahwa program deradikalisasi yang dijalankan secara humanis dan berkelanjutan mampu membawa mereka kembali ke jalan Pancasila serta siap berkontribusi bagi Indonesia yang damai,” ujar Beni.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari pendekatan pembinaan yang mengedepankan dialog, pendampingan keagamaan moderat, serta penguatan wawasan kebangsaan.
Komitmen Pembinaan Berkelanjutan.
Lebih lanjut, Lapas Kelas IIA Kalianda menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pembinaan deradikalisasi yang humanis, terukur, dan berkesinambungan, sebagai bagian dari tugas Pemasyarakatan dalam membentuk WBP yang sadar hukum.
Melalui proses tersebut, diharapkan para WBP Napiter dapat kembali diterima oleh masyarakat, serta berperan aktif dalam menjaga persatuan, keamanan, dan kedamaian bangsa.
Herman Bangkit









