Bangkitpos.id, Bandar Lampung, – Ancaman narkotika kian menjadi persoalan serius yang menggerogoti masa depan bangsa. Menyikapi hal tersebut, Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) kembali meneguhkan komitmennya melalui pelaksanaan Workshop dan Orientasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bagi pengurus dan penggiat anti narkoba serta multistakeholder Kabupaten Lampung Timur.
Kegiatan yang digelar di Hotel Alodia, Bandar Lampung, Jumat hingga Minggu (9–11 Januari 2026) ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya strategis membangun kesadaran kolektif dan memperkuat peran masyarakat dalam perang melawan narkoba.
Ketua Dewan Penasehat DPD GRANAT Provinsi Lampung, Ir. H. Hanan A. Rozak, menegaskan bahwa permasalahan narkotika tidak bisa dilihat hanya dari aspek hukum semata.
Menurutnya, narkoba merupakan krisis multidimensi yang menyentuh aspek kesehatan, sosial, hingga masa depan generasi bangsa.
“Ketika narkoba merusak satu individu, sesungguhnya ia sedang merusak satu keluarga dan satu generasi. Karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak cukup hanya represif, tetapi harus dibarengi dengan pencegahan, rehabilitasi, serta pendampingan yang manusiawi,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya rehabilitasi bukan hanya bertujuan memulihkan fisik dari ketergantungan, tetapi juga mengembalikan martabat, harga diri, dan harapan masa depan para penyintas penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Lampung, Brigjen Pol. Sakeus Ginting, mengungkapkan bahwa angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Provinsi Lampung masih menunjukkan tren peningkatan. Menurutnya, data tersebut harus menjadi peringatan serius bagi seluruh elemen masyarakat.
“Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan gambaran nyata ancaman terhadap anak-anak bangsa. Karena itu, sinergi antara BNN, GRANAT, POLRI, pemerintah daerah, dan masyarakat mutlak diperlukan,” tegasnya.
Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung, H. Tony Eka Candra, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Indonesia saat ini menjadi target jaringan narkotika internasional. Kelompok pelajar, mahasiswa, hingga pekerja produktif menjadi sasaran utama peredaran narkoba.
Ia menekankan bahwa perang melawan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh melalui empat pendekatan utama, yakni preemtif, preventif, represif, dan rehabilitatif, yang dijalankan secara terpadu, masif, dan berkelanjutan.
“Narkoba bukan hanya musuh pemerintah, tetapi musuh kita semua. Ketika masyarakat berani peduli, melapor, dan mendampingi, maka ruang gerak bandar dan pengedar akan semakin sempit,” ucap nya.
Workshop dan orientasi ini diharapkan menjadi investasi moral dan sosial dalam mencetak agen-agen perubahan yang tidak hanya memiliki pengetahuan tentang bahaya narkoba, tetapi juga memiliki empati, integritas, dan komitmen untuk menyelamatkan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, GRANAT menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang sehat, kuat, dan bebas narkoba.
Hari pertama Workshop dan Orientasi P4GN bagi Pengurus dan Penggiat Anti Narkoba serta Multistakeholder Kabupaten Lampung Timur, Hotel Alodia Bandar Lampung, 9–11 Januari 2026.
Herman Bangkit









