Polresta Sidoarjo Perkuat Edukasi dan Penegakan Operasi Patuh Semeru 2025, Menuju Budaya Lalu Lintas Maju dan Berkeselamatan

Bangkitpos.id, Sidoarjo,-
Dalam upaya membentuk perilaku berlalu lintas yang lebih tertib, humanis, dan berkeselamatan, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sidoarjo intensif menggelar Operasi Patuh Semeru 2025 yang berlangsung selama dua pekan, mulai 14 hingga 27 Juli 2025. Operasi ini merupakan bagian dari program nasional untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sekaligus menciptakan budaya disiplin sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045 (17/7).

Dengan mengusung tema “Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas”, kegiatan ini tidak semata-mata berfokus pada penindakan hukum, tetapi menempatkan edukasi sebagai poros utama pembentukan karakter pengendara.

Kasi Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono bersama seluruh jajaran Polsek, mengerahkan pendekatan berlapis dalam pelaksanaan operasi. Mulai dari pemasangan banner dan spanduk edukatif di ruang-ruang publik seperti pusat perbelanjaan, terminal, sekolah, simpang jalan, hingga pos polisi, hingga penyuluhan langsung di lapangan.

Materi sosialisasi difokuskan pada aturan lalu lintas yang paling sering dilanggar, termasuk risiko dan sanksi hukumnya. Dalam sesi tatap muka, petugas menyasar komunitas pengendara, pelajar, dan masyarakat umum, menyampaikan pentingnya keselamatan berkendara sebagai nilai sosial, bukan sekadar kewajiban hukum.

“Budaya tertib berlalu lintas harus kita bangun dan terus edukasi. Agar dapat mencegah fatalitas di jalan raya,”ujar Iptu Tri Novi Handono, Kasi Humas Polresta Sidoarjo.

Berdasarkan hasil analisa kecelakaan lalu lintas di wilayah Jawa Timur, termasuk Sidoarjo, Polresta menetapkan delapan jenis pelanggaran lalu lintas sebagai prioritas dalam Operasi Patuh Semeru 2025. Pelanggaran tersebut dinilai sebagai faktor dominan penyebab kecelakaan lalu lintas dengan tingkat fatalitas tinggi, antara lain:

Berkendara melebihi batas kecepatan
Pengendara di bawah umur
Pengendara motor tanpa helm SNI
Pengemudi mobil tanpa sabuk pengaman
Menggunakan ponsel saat berkendara
Mengemudi dalam pengaruh alkohol
Melawan arus lalu lintas
Pengendara roda dua berboncengan lebih dari dua orang

Selain itu, Polresta juga memberi atensi khusus terhadap kendaraan modifikasi ilegal, penggunaan knalpot tidak standar, serta pengendara yang mengabaikan rambu-rambu lalu lintas.

Operasi Patuh Semeru 2025 tidak hanya bertumpu pada aspek hukum, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan dan pembangunan karakter masyarakat. Dalam konteks yang lebih luas, operasi ini mendukung roadmap pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, yakni visi nasional menjadikan Indonesia sebagai negara maju yang didukung oleh sumber daya manusia yang tertib, disiplin, dan berintegritas.

Polresta Sidoarjo mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi objek dalam operasi ini, melainkan juga subjek yang aktif dalam menciptakan budaya lalu lintas yang beradab. Edukasi tentang keselamatan jalan harus dimulai dari rumah, diteruskan di sekolah, dan diperkuat di ruang publik.

Sebagai bagian dari pendekatan partisipatif, polisi juga menggandeng berbagai pihak, termasuk sekolah, komunitas motor, perusahaan transportasi, dan media lokal, guna memperluas jangkauan kampanye keselamatan.

Lebih dari sekedar penegakan hukum, Operasi Patuh Semeru 2025 adalah refleksi kolektif masyarakat dalam memperbaiki cara kita menggunakan jalan raya. Dalam lalu lintas, satu kesalahan kecil bisa berdampak besar. Maka ketaatan terhadap aturan adalah bentuk paling nyata dari kepedulian kita terhadap sesama.

Polresta Sidoarjo berharap, melalui operasi ini masyarakat tidak hanya menghindari sangsi, tetapi mampu menanamkan kebiasaan baru, yaitu tertib karena sadar bukan karena takut.

Anam

Follow me!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP