Dukung Gerakan Zero Waste, Babinsa Koramil 421-03/Penengahan Bersihkan Dermaga BOM Kalianda

Bangkitpos.id, Lampung Selatan – Semangat mewujudkan lingkungan bebas sampah terus digaungkan di Bumi Khagom Mufakat. Babinsa Koramil 421-03/Penengahan turun langsung dalam kegiatan karya bakti pembersihan kawasan wisata Dermaga BOM Kalianda, Rabu (11/2/2026), sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Lingkungan Bebas Sampah (Zero Waste).

Kegiatan tersebut digelar menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dengan melibatkan unsur Polres Lampung Selatan, Pemerintah Daerah, sejumlah Koramil di wilayah Kodim 0421/Lampung Selatan, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

Aksi bersih-bersih difokuskan pada fasilitas umum (fasum) dan area strategis di sekitar Dermaga BOM yang merupakan salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Lampung Selatan.

Batuud Koramil 421-03/Penengahan, Serka Eko Hariyanto, mewakili Danramil Kapten Arm Darwin, menegaskan komitmen TNI dalam mendukung gerakan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari penguatan kepedulian sosial dan pembangunan daerah.

“Dengan kegiatan ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang indah dipandang dan jauh dari kesan kumuh maupun kotor. Lingkungan yang bersih tentu memberikan banyak manfaat bagi masyarakat,” ujar Serka Eko.

Menurutnya, kebersihan kawasan wisata memiliki dampak strategis terhadap peningkatan daya tarik pengunjung. Lingkungan yang tertata, bersih, dan nyaman tidak hanya menciptakan rasa aman bagi wisatawan, tetapi juga berpotensi meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Ia menambahkan, pengalaman positif pengunjung akan menjadi promosi alami bagi daerah. Informasi yang tersebar dari mulut ke mulut diyakini mampu mendorong wisatawan lokal maupun luar daerah untuk kembali berkunjung.

“Hal ini tentu menjadi nilai tambah dalam menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan tertib di wilayah kita,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, Gerakan Zero Waste diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial menjelang Ramadhan, melainkan budaya kolektif yang terus dijaga demi kemajuan dan kebersihan Lampung Selatan.

Herman Bangkit

Follow me!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP