Bangkitpos.id, Penengahan, Lampung Selatan – Upaya mengangkat potensi seni dan budaya lokal dalam peringatan Hari Jadi ke-70 Kabupaten Lampung Selatan yang jatuh pada tanggal 14 November 2026, mulai dimatangkan. Camat Penengahan Hermawan menggandeng seniman senior Margadantaran, Bukhori KL, untuk berkolaborasi mempersiapkan penampilan budaya dalam Lampung Selatan Festival (Lamsel Fest) 2026.
Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan silaturahmi Hermawan ke kediaman Bukhori KL, salah satunya musisi senior margadantaran asal Desa Gedung Harta, Kecamatan Penengahan, Jumat (30/10/2026) sore.
Dalam kunjungan tersebut, Hermawan didampingi Sekcam Penengahan Sohari serta Ishaq, selaku Sekdes yang mewakili M. Ramli.Kepala Desa Gedung Harta Kecamatan Penengahan.
Selain mempererat silaturahmi, kunjungan tersebut juga menjadi momentum bagi Hermawan untuk membangun komunikasi dan sinergi dengan para tokoh seni serta pelaku budaya di wilayah Kecamatan Penengahan, setelah dirinya dilantik sebagai Camat Penengahan oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama pada Februari 2026 lalu dan juga Sohari Sekcam Penengahan yang baru saja menjabat sebagai sekretaris camat pada 2 September 2026.
Saat diwawancarai awak media Camat Hermawan, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya merangkul para tokoh dan seniman lokal agar bersama-sama mengangkat kekayaan budaya yang dimiliki Kecamatan Penengahan.
Menurutnya, terdapat tiga kehadatan yang memiliki kekayaan sejarah dan tradisi budaya di Kecamatan Penengahan, yakni Marga Dantaran, Marga Ratu – Keratuan Menangsi, dan Marga – Keratuan Darah Putih.
“Ini momentum yang bagus. Kami ingin menggandeng para tokoh dan seniman yang ada di wilayah Penengahan untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengangkat kearifan lokal. Sesuai arahan Bupati, potensi budaya yang ada di daerah harus kita tampilkan dan perkenalkan kepada masyarakat luas,” ujar Hermawan Camat.
Ia menjelaskan, konsep penampilan Kecamatan Penengahan dalam Lamsel Fest 2026 diarahkan pada penguatan identitas budaya dari tiga kehadatan tersebut melalui kolaborasi berbagai unsur masyarakat dan pelaku seni.
Hermawan mengungkapkan, sedikitnya terdapat dua agenda utama yang tengah dipersiapkan. Pertama, penampilan seni pada panggung utama yang telah disiapkan, termasuk Tari Hahawokan yang nantinya dikoordinasikan oleh Erin PKH.

Kedua, keikutsertaan Kecamatan Penengahan dalam pawai budaya yang konsepnya telah dikoordinasikan bersama Dinas Pariwisata serta sejumlah tokoh dan masyarakat setempat.
“Dari hasil koordinasi dengan beberapa tokoh dan warga, kami sepakat mengangkat kekayaan budaya dari tiga kehadatan tersebut sebagai bagian dari penampilan Kecamatan Penengahan. Ini menjadi momentum agar ke depan kita semakin bersinergi,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap kecamatan dipersiapkan mengikutsertakan sedikitnya 51 peserta dalam pawai budaya. Karena itu, Pemerintah Kecamatan Penengahan akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Forkopimcam, lintas sektoral, kepala sekolah, kepala desa, tokoh masyarakat, hingga kalangan pemuda.
Camat menegaskan, keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting agar penampilan Kecamatan Penengahan tidak hanya menonjolkan kesenian, tetapi juga mencerminkan kebersamaan dan identitas masyarakatnya.
“Kita ingin seluruh elemen masyarakat Kecamatan Penengahan bisa bersatu dan berkolaborasi. Mulai dari pemerintah, tokoh adat, seniman, pendidikan, sampai pemuda, semuanya memiliki ruang untuk bersama-sama mengangkat nama Kecamatan Penengahan dalam Lamsel Fest 2026,” tambahnya.
Sementara itu, Bukhori KL menyambut baik kunjungan Camat Penengahan bersama jajaran pemerintah kecamatan dan pemerintah Desa Gedung Harta. Ia menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih atas perhatian dan kesempatan untuk menjalin kolaborasi tersebut.
Bukhori KL, yang dikenal dengan sapaan Unik ( Paman ) Bukhori, merupakan salah satu musisi senior Margadantaran sekaligus pencipta lagu daerah Lampung Selatan berjudul Laok di Sikhang Kapal yang dikenal di wilayah Margadantaran.
Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Camat Penengahan meminta dan mengajak para pelaku seni untuk turut mempersiapkan kesenian tradisional salah satunya di Margadantaran dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-70 Kabupaten Lampung Selatan.
Beberapa kesenian yang berpotensi ditampilkan di antaranya kesenian Tuping, tabuhan gendang dan gong yang diketuai Ahmad Fajrin atau dikenal dengan gelar Pangeran Nagabringsang, serta jika kemungkinan penampilan lagu-lagu daerah.
“Insyaallah, kami menyambut baik ajakan untuk berkolaborasi dalam rangka HUT ke-70 Kabupaten Lampung Selatan. Ada kesenian Tuping, tabuhan gendang dan gong, serta kemungkinan akan dilanjutkan dengan lagu-lagu daerah,” ungkap Bukhori.
Ia berharap, kolaborasi antara kehadatan Margadantaran, Marga Ratu – Keratuan Menangsi, dan Marga Keratuan Darah Putih dapat menjadi langkah bersama untuk memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus membawa nama Kecamatan Penengahan dalam perayaan tingkat kabupaten.
“Harapan kita, dengan adanya kolaborasi tiga kehadatan ini, kita bisa membawa nama Kecamatan Penengahan. Insyaallah semuanya baik. Jangan hanya kita saja yang baik, semuanya harus baik,” tutupnya.
Peringatan Hari Jadi ke-70 Kabupaten Lampung Selatan yang jatuh pada 14 November 2026 mengusung tema ‘Satu Identitas, Banyak Perayaan, Energi yang Terus Menyala’, dengan slogan ‘Lampung Selatan Maju, Bismillah Bisa!’
Kolaborasi ini diharapkan menjadi ruang bagi seni dan budaya lokal untuk tampil sekaligus memperkenalkan identitas sejarah masyarakat Penengahan kepada khalayak yang lebih luas.
Herman Bangkit









