Bangkitpos.id, Penengahan, Lampung Selatan — Pepatah “tua-tua keladi, makin tua makin menjadi” benar-benar terbukti di arena Turnamen Olahraga Domino (Orado) tingkat Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, tahun 2026. Pasangan senior asal Desa Gandri, Arbai dan Dedi Marsidi, sukses merebut gelar juara pertama setelah menaklukkan Sanito dan Damari dari Desa Pasuruan dengan skor ketat 3-2 dalam pertandingan grand final yang berlangsung hingga lima set. di Gedung serbaguna kecamatan Penengahan Minggu malam,(18/10/2026), berakhir pada pukul. 23:23 WIB.
Kemenangan tersebut bukan sekadar keberhasilan membawa pulang gelar juara. Arbai dan Dedi Marsidi juga menunjukkan bahwa pengalaman, ketenangan, strategi, dan kekompakan menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan hingga titik akhir pertandingan.
Partai puncak yang berlangsung pada malam itu menyajikan persaingan sengit. Kedua pasangan sama-sama berupaya mempertahankan konsentrasi, membaca strategi lawan, dan meminimalkan kesalahan. Pertandingan yang harus dituntaskan hingga set kelima akhirnya menjadi milik Arbai dan Dedi Marsidi dengan kemenangan 3-2.
Sebelum melangkah ke grand final, Arbai dan Dedi Marsidi terlebih dahulu melewati pertandingan semifinal dengan kemenangan 2-1 atas Anton dan Ridwan Ali pasangan dari Desa Kekiling. Hasil tersebut memastikan langkah mereka menuju partai penentuan menghadapi Sanito dan Damari dari Desa Pasuruan.
Di sisi lain, Sanito dan Damari berhasil melaju ke final setelah mengalahkan pasangan Tuhir dan Hendri yang juga berasal dari Desa Kekiling. Kedua pasangan finalis kemudian bertarung memperebutkan gelar tertinggi dalam turnamen yang memperebutkan Piala Bupati Lampung Selatan tersebut.
Persaingan juga berlangsung dalam perebutan posisi ketiga. Anton dan Ridwan Ali dari Desa Kekiling berhasil mengalahkan rekan sesama desa dengan skor 2-1. Hasil itu menempatkan mereka di posisi ketiga, melengkapi daftar tiga pasangan terbaik Turnamen Orado Kecamatan Penengahan 2026.
Dengan demikian, juara pertama diraih oleh pasangan Arbai dan Dedi Marsidi dari Desa Gandri, juara kedua Sanito dan Damari dari Desa Pasuruan, serta juara ketiga Anton dan Ridwan Ali dari Desa Kekiling.
Adapun penutupan turnamen Orado turut dihadiri Muhrizal, Kabid Prestasi yang mewakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lampung Selatan M. Yusuf Camat Penengahan Hermawan bersama Sekcam Sohari Ketua KOK Penengahan Dodi Iswandi, Ketua KOK Orado Penengahan Hutdratul Ikhwan Ishaq Sekdes Gedung Harta Anfal Sekdes Sukabaru Reno selaku Sekdes Pisang, segenap panitia serta para peserta dan pendukung masing-masing tim.
Dalam sambutannya, Camat Penengahan Hermawan menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Ia juga mengapresiasi dukungan dan partisipasi seluruh pihak yang telah menyukseskan turnamen tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kecamatan Penengahan, kami mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan partisipasi semua pihak sehingga kegiatan kita ini berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan,” ujar Hermawan.
Ia menjelaskan bahwa turnamen Orado bukan hanya menjadi ajang untuk menentukan pemenang, tetapi juga momentum memperkenalkan olahraga domino kepada masyarakat serta mendorong terbentuknya klub-klub sebagai wadah pembinaan dan pengembangan kemampuan para pemain.
Hermawan berharap turnamen tersebut dapat menjadi langkah awal untuk melahirkan pemain-pemain potensial yang mampu bersaing di tingkat Kabupaten Lampung Selatan. Para pemenang diharapkan dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi selanjutnya dan membawa nama Kecamatan Penengahan dengan prestasi yang membanggakan.
Dalam kesempatan itu, Hermawan secara resmi menutup rangkaian acara Turnamen Orado tingkat Kecamatan Penengahan tahun 2026.
Sementara itu, Arbai dan Dedi Marsidi saat diwawancarai mengungkapkan bahwa sportivitas, kepercayaan diri, skill dan kemampuan bermain menjadi kunci penting dalam menghadapi setiap pertandingan Orado.
“Kami menjaga Sportifitas, jangan ragu, dan harus memiliki kemampuan dalam bermain. Kami memang sudah optimis untuk memenangkan turnamen Orado tingkat kecamatan ini dan Alhamdulillah kami sabet menjadi juara di tingkat kecamatan,” ungkap Arbai dan Dedi Marsidi sambil memegang erat tropi juara.
Keduanya juga menyampaikan bahwa salah satu tantangan dalam permainan Orado adalah menjaga konsentrasi dan berusaha menghindari pelanggaran. Menurut mereka, ketenangan dalam mengambil keputusan serta kemampuan mengendalikan permainan menjadi hal yang harus diutamakan.
Arbai dan Dedi Marsidi turut menyampaikan terima kasih kepada Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga M. Yusuf atas penyelenggaraan turnamen yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berkompetisi sekaligus mengembangkan kemampuan dalam olahraga Orado.
” Kami, mengucapkan rasa syukur atas kesempatan dan berterima kasih kepada pak Egi Bupati, bapak dispora kabupaten Lampung Selatan yang telah mengadakan kegiatan yang sangat positif ini. Mudah mudahan kegiatan ini dapat berlanjut kedepannya,” tutur Arbai dan Dedi.
Kemudian Rangkaian kegiatan Turnamen Orado Kecamatan Penengahan ini, ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para juara dan foto bersama.
Tua-tua keladi, makin matang makin teruji! Arbai dan Dedi Marsidi membuktikan bahwa semangat juara tak mengenal usia.
Herman Bangkit









