Anggota Bawaslu Pringsewu Mediansyah Ingatkan Mahasiswa Jabatan Bisa Diraih Tetapi, Kepercayaan Harus Dibuktikan dengan Integritas

Bangkitpos.id, Bandar Lampung, Lampung – Kepemimpinan bukan sekadar tentang jabatan dan kewenangan, melainkan tentang kejujuran, tanggung jawab, serta keberanian memegang prinsip. Integritas menjadi fondasi utama yang menentukan apakah seorang pemimpin layak dipercaya atau sekadar memiliki kedudukan.

Pesan tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Kabupaten Pringsewu selaku Koordinator Divisi (Kordiv) Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Mediansyah Resaputra, S.E., saat menjadi pemateri dalam Seminar Integritas Sekolah Legislatif 2026 yang diselenggarakan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung, Jum’at, (30/10/2026). Siang.

Kegiatan yang berlangsung di Student Center Lantai 1 FEB Universitas Lampung ini mengajak mahasiswa memahami pentingnya integritas dalam menjalankan amanah, membangun kepemimpinan yang bertanggung jawab, serta mengambil peran dalam mengawal demokrasi dan mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang berkeadilan.

Dalam pemaparannya yang mengangkat tema “Integritas sebagai Fondasi Kepemimpinan Membangun Generasi yang Jujur, Bertanggung Jawab, dan Berani Berprinsip”, Mediansyah yang dikenal dengan sapaan akrabnya Medi, menjelaskan bahwa integritas bukan sekadar konsep atau kata-kata yang mudah diucapkan, melainkan nilai yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

Ia menerangkan, integritas berasal dari kata Latin integer, yang berarti utuh dan menyatu. Makna tersebut menggambarkan keselarasan antara apa yang diyakini, diucapkan, dan dilakukan, terutama ketika tidak ada orang lain yang melihat.

Menurutnya, integritas merupakan fondasi penting dalam kepemimpinan karena menjadi sumber kepercayaan publik, keteladanan, dan legitimasi. Seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki jabatan, tetapi juga harus mampu membuktikan bahwa setiap perkataan dan tindakannya dapat dipertanggungjawabkan.

” Pemimpin yang ucapannya dapat dipegang akan memperoleh kepercayaan. Sementara kewenangan yang dijalankan dengan kejujuran akan mendapatkan penghormatan, bukan sekadar kepatuhan karena jabatan.” Terang Medi.

Nilai tersebut juga relevan dalam kehidupan organisasi kemahasiswaan. Mahasiswa yang dipercaya memegang amanah harus mampu menunjukkan tanggung jawab, transparansi, serta konsistensi antara komitmen dan tindakan.

Lebih jauh, integritas menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam kehidupan demokrasi. Sebab, demokrasi yang berkeadilan tidak hanya membutuhkan aturan dan sistem penyelenggaraan yang baik, tetapi juga membutuhkan individu yang jujur, berani bersikap, dan bertanggung jawab dalam menjalankan perannya.

Melalui Seminar Integritas Sekolah Legislatif 2026, mahasiswa diharapkan semakin memahami bahwa kepemimpinan sejati tidak diukur dari seberapa tinggi jabatan yang diperoleh, melainkan dari seberapa kuat seseorang menjaga amanah dan mempertahankan prinsip.

” Jabatan bisa memberikan kewenangan, tetapi integritaslah yang membangun kepercayaan. Sebab, demokrasi yang kuat membutuhkan pemimpin yang tidak hanya cerdas berbicara, tetapi juga jujur dalam bertindak.” pungkasnya.

Herman Bangkit

Follow me!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP