Bangkitpos.id, Madiun,– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun memberikan pengarahan dan penguatan Catur Dharma Narapidana kepada 17 warga binaan yang akan mengikuti usulan program integrasi, Selasa (27/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Sahardjo mulai pukul 09.30 hingga 10.30 WIB ini bertujuan mempersiapkan warga binaan agar memiliki pemahaman, komitmen, dan kesiapan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pengarahan oleh Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemasy) Lapas Kelas I Madiun, Ariya Juni Pratama. Dalam arahannya, ia mengingatkan seluruh peserta untuk aktif mengikuti program pembinaan, menaati tata tertib, serta senantiasa menunjukkan perubahan perilaku yang positif selama menjalani masa pidana.
Menurutnya, persiapan menuju integrasi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan persyaratan administratif, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan tanggung jawab dari setiap warga binaan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap nilai-nilai Catur Dharma Narapidana menjadi bagian penting dalam membangun sikap disiplin dan kesiapan menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Catur Dharma Narapidana bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga harus dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap warga binaan yang mengikuti usulan integrasi benar-benar mempersiapkan diri, menjaga perilaku, menaati ketentuan, serta menunjukkan perubahan positif agar nantinya dapat kembali ke masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” ujar Ariya.
Setelah pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan dan penghafalan Catur Dharma Narapidana oleh masing-masing peserta. Melalui kegiatan ini, warga binaan diajak memperkuat komitmen untuk menjalankan nilai-nilai yang telah dipelajari sebagai bekal dalam proses pembinaan dan persiapan reintegrasi sosial.
Salah satu warga binaan berinisial GY mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menjadi pengingat bagi dirinya untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
“Bagi saya, Catur Dharma Narapidana bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga menjadi pengingat agar saya bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Saya ingin ketika nanti kembali ke masyarakat, saya bisa menjalani kehidupan dengan lebih bertanggung jawab, menaati aturan, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” ungkap GY.
Melalui pengarahan dan pembacaan Catur Dharma Narapidana ini, Lapas Kelas I Madiun terus memperkuat pembinaan bagi warga binaan yang akan mengikuti usulan integrasi. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan mereka untuk kembali ke lingkungan masyarakat, membangun kehidupan yang lebih baik, serta berkontribusi secara positif setelah menjalani masa pidana.
Pemasyarakatan hadir untuk memanusiakan manusia dan pasti bermanfaat untuk masyarakat.
Susy









