BangkitPos.id, Kalianda, Lampung Selatan – Pembinaan di balik jeruji besi bukan sekadar menjalani masa hukuman. Lebih dari itu, pembinaan menjadi kesempatan untuk belajar, mengasah keterampilan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Hal inilah yang terus dikembangkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda melalui budidaya ayam petelur bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Selasa,(13/10/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2026, khususnya Program Aksi ke-8 tentang Kemandirian Pangan.
Melalui budidaya ayam petelur, warga binaan diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan produktif. Mulai dari merawat ayam hingga menghasilkan telur, setiap tahapan menjadi proses pembelajaran yang dapat menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan keterampilan kerja.
Kegiatan ini juga membuka ruang bagi warga binaan untuk mengenal proses produksi pangan secara langsung. Dengan demikian, pembinaan tidak hanya berfokus pada aktivitas selama berada di dalam lapas, tetapi juga diarahkan untuk memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
Budidaya ayam petelur menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang menghubungkan proses belajar dengan kegiatan nyata. Warga binaan tidak hanya mendapatkan pengalaman bekerja, tetapi juga berkesempatan memahami pentingnya ketekunan dan konsistensi dalam menghasilkan produk.
Di sisi lain, kegiatan tersebut sejalan dengan upaya mendukung kemandirian pangan melalui pengembangan aktivitas produktif di lingkungan pemasyarakatan.
Keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan diharapkan dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan bertanggung jawab ketika kembali ke lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Pembinaan yang berorientasi pada keterampilan memiliki arti penting dalam mempersiapkan warga binaan menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pidana. Kesempatan untuk belajar dan bekerja menjadi bagian dari proses membangun kepercayaan diri serta membuka peluang untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Melalui program budidaya ayam petelur, Lapas Kelas IIA Kalianda terus mengembangkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan di dalam lapas, tetapi juga pada kesiapan warga binaan untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.
Sebab, keberhasilan pembinaan bukan semata-mata diukur dari kegiatan yang dilakukan hari ini, melainkan juga dari keterampilan, sikap, dan kesiapan yang dapat dibawa warga binaan untuk menata masa depan.
Dari pembinaan tumbuh kemandirian. Dari keterampilan terbuka harapan. Dan dari kesempatan untuk berubah, lahir peluang membangun kehidupan yang lebih baik.
Herman Bangkit









