Bangkitpos, Penengahan, Lampung Selatan— Ribuan penonton menjadi saksi sengitnya pertarungan Rajabasa 1 kontra Penengahan 1 dalam lanjutan Turnamen Bupati Cup Bola Voli Wilayah I di Lapangan Putra Raden Pemuka Cangih (PRC) Club, Desa Gedung Harta, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Minggu malam (13/9/2026).
Laga malam kelima tersebut berlangsung penuh tekanan. Bukan sekadar memperebutkan kemenangan, pertandingan ini menjadi penentu siapa yang berhak melangkah ke semifinal untuk menghadapi Kalianda 3 yang telah lebih dahulu menunggu.
Dari tribun hingga pinggir lapangan, dukungan penonton terus bergemuruh mengiringi setiap reli dan serangan kedua tim.
Pertandingan juga disaksikan langsung Camat Rajabasa Firdaus, S.E., M.M., Kades Kunjir sekaligus Ketua APDESI Kecamatan Rajabasa Rio Imanda, S.H., M.H., Kades Way Muli Induk Suryana beserta Sekdes, serta sejumlah pendukung dari masyarakat Kecamatan Rajabasa.
Sementara dari Kecamatan Penengahan hadir Camat Hermawan, S.H., M.M., Kades Gedung Harta Muhammad Ramli, Sekdes Ishaq, serta aparatur Desa Gedung Harta.
Rajabasa 1 tampil lebih tenang dan mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Serangan demi serangan dibangun dengan cukup efektif hingga akhirnya set pertama berhasil diamankan Rajabasa 1 dengan skor 25-21.
Penengahan 1 yang diperkuat sejumlah pemain muda tidak menyerah.
Memasuki set kedua, mereka mengubah ritme permainan. Penengahan tampil lebih solid dan berani menekan.
Sebaliknya, Rajabasa 1 sempat kehilangan konsentrasi. Miskomunikasi antarpemain membuat permainan mereka tidak berkembang dan sejumlah poin terlepas begitu saja.
Penengahan memanfaatkan momentum tersebut. Jarak poin semakin melebar hingga akhirnya set kedua menjadi milik Penengahan 1 dengan skor 25-19.
Kedudukan pun kembali sama kuat, 1-1.
Pertandingan semakin panas memasuki set ketiga.
Kedua tim saling beradu serangan. Fahmi salah satu Pemain muda Penengahan 1 berusaha memberikan tekanan melalui permainan cepat, sementara Rajabasa 1 mengandalkan pengalaman dan serangan keras.
Fulloh dan Merdi menjadi bagian penting dalam duel sengit di depan net. Keduanya beberapa kali terlibat dalam reli panjang yang membuat penonton terus bersorak.
Pukulan keras dan blok silih berganti. Setiap poin menjadi sangat berarti karena kedua tim sama-sama membutuhkan keunggulan untuk menjaga peluang lolos ke semifinal.

Dalam tekanan tersebut, Rajabasa 1 mampu kembali menemukan ritme permainan.
Rajabasa akhirnya berhasil merebut set ketiga dan berbalik unggul dalam pertandingan.
Memasuki set keempat, tensi pertandingan semakin tinggi.
Penengahan 1 berusaha keras memperpanjang pertandingan, sedangkan Rajabasa 1 berusaha mengakhiri laga sekaligus memastikan tiket semifinal.
Kejar-kejaran angka kembali terjadi. Jual beli serangan membuat suasana lapangan PRC Club semakin bergemuruh.
Namun, Rajabasa 1 mampu bermain lebih efektif dalam memanfaatkan momentum. Perjuangan Penengahan 1 akhirnya harus terhenti di babak delapan besar.
Camat Rajabasa Firdaus, S.E., M.M., mengakui pertandingan berlangsung sengit dan kedua tim memiliki kekuatan yang hampir berimbang.
Alhamdulillah permainan malam hari ini seru. Kedua tim sama-sama kuat. Kalau kita saksikan di lapangan, mungkin faktor pengalaman menjadi salah satu pembeda,” ujar Firdaus.
Menghadapi semifinal, Firdaus mengingatkan para pemain agar tidak larut dalam ego dan tetap menjaga kebersamaan.
“Harapan kami, jaga kekompakan, jaga sportivitas, jaga kebersamaan. Jangan terlalu ego. Itu yang harus kita jaga,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan masyarakat dan para kepala desa di Kecamatan Rajabasa.
“Kemenangan ini berkat doa kita semua, termasuk seluruh kepala desa dan seluruh masyarakat Kecamatan Rajabasa,” ungkapnya.
Pemain muda dari Rajabasa 1 Fulloh, saat diwawancarai mengakui pengalaman dan mental menjadi salah satu faktor yang memengaruhi permainan timnya.
Menurutnya, Penengahan memang membawa banyak pemain muda yang masih membutuhkan pengalaman bertanding di level kompetisi seperti Bupati Cup.
“Kami membawa anak-anak muda karena belum banyak pengalaman. Mental juga menjadi salah satu faktor. Tadi bolanya sebenarnya hidup, tetapi kami kebanyakan bengong dan kurang keyakinan dengan permainan sendiri,” tutup Fulloh.
Herman Bangkit









