Bangkitpos.id, Surabaya,– Gelak tawa dan nostalgia mewarnai panggung hiburan di Fairway Nine Mall Surabaya melalui pertunjukan spesial grup lawak legendaris Srimulat bertajuk “Ada Apa Dengan F9”. Acara yang digelar di kawasan Fairway Walk ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi langkah awal Fairway Nine dalam menghidupkan kembali seni dan budaya tradisional di tengah modernisasi pusat perbelanjaan.
General Manager Fairway Nine Mall, Suwanto, mengatakan bahwa kehadiran Srimulat dipilih sebagai pembuka rangkaian program budaya yang akan digelar secara rutin. Menurutnya, selama ini pusat perbelanjaan identik dengan konsep modern, sementara ruang bagi pelestarian budaya tradisional masih sangat terbatas.
“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda. Selama ini mal selalu identik dengan modernisasi dan hiburan modern. Kami mencoba mengangkat kembali budaya agar bisa hidup berdampingan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Fairway Nine berkomitmen menjadikan kegiatan budaya sebagai agenda rutin bulanan. Kehadiran Srimulat menjadi stimulus awal untuk mengenalkan kembali kesenian tradisional kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam waktu dekat, Fairway Nine akan menggelar berbagai program budaya lainnya. Pada bulan Juli mendatang, masyarakat akan disuguhi pertunjukan Hikayat Nusantara yang mengangkat cerita rakyat dan legenda daerah seperti Malin Kundang hingga kisah terbentuknya Banyuwangi. Sementara pada Agustus nanti akan digelar pertunjukan kolosal bertema kebhinekaan Indonesia yang mengangkat budaya dari Sabang sampai Merauke.
Menurut Suwanto, langkah ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya lokal yang selama ini terus didorong berbagai pihak, termasuk insan pariwisata dan pelaku seni di Surabaya.
“Kami ingin membuktikan bahwa bisnis modern dan pelestarian budaya bisa berjalan beriringan. Mall bukan hanya tempat berbelanja, tetapi juga ruang edukasi dan apresiasi budaya,” katanya.
Selain pertunjukan budaya, Fairway Nine juga tetap menghadirkan hiburan modern seperti live music yang rutin digelar setiap akhir pekan. Perpaduan hiburan modern dan tradisional tersebut diharapkan mampu menjangkau seluruh kalangan pengunjung.
Untuk menarik minat generasi muda, promosi kegiatan budaya dilakukan melalui berbagai platform media sosial yang dekat dengan kalangan Gen Z dan Gen Alpha. Konsep pertunjukan juga akan dikemas lebih menarik dan relevan tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
“Kami ingin generasi muda mengenal dan mencintai budaya bangsanya sendiri. Dari budaya kita belajar banyak nilai kehidupan yang sangat penting untuk diwariskan,” tambahnya.
Pagelaran “Ada Apa Dengan F9” pun mendapat sambutan hangat dari pengunjung. Kehadiran para komedian Srimulat yang telah melegenda menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat yang ingin bernostalgia sekaligus memperkenalkan kesenian lawak tradisional kepada generasi muda.
Melalui program berkelanjutan ini, Fairway Nine Mall berharap dapat menjadi salah satu pusat kegiatan budaya di Surabaya, sekaligus menjadi contoh bagaimana ruang komersial dapat berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia.
Srimulat Hadir di Fairway Nine Mall Surabaya, “Ada Apa Dengan F9” Jadi Awal Kebangkitan Seni Budaya di Pusat Perbelanjaan.
Susy









