Bangkitpos.id, Penengahan, Lampung Selatan – Pemerintah Desa Penengahan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, turut mengawal proses pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI), Alamsyah (29), putra Muhsin, warga RT 001/RW 001 Desa Penengahan, yang meninggal dunia saat bekerja di Malaysia. Jenazah almarhum akhirnya tiba dan diserahkan kepada pihak keluarga pada Minggu (1/11/2026).
Proses pemulangan dan penyerahan jenazah tersebut melibatkan sinergi sejumlah pihak, mulai dari pemerintah pusat melalui perwakilannya, BP3MI Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa.
Turut hadir perwakilan BP3MI Lampung, Nur Hamid dan Dwi. Dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan hadir Suryono,S.E.,M.M Kabid. penempatan dan perluasan kerja mewakili Rika Wati, S.STP., M.M kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lampung selatan Hadir pula Siswanto,S.S.T.,M.Si Kabid Penanganan Bencana beserta jajaran, mewakili Kepala Dinas Sosial Puji Sukanto.S.E ,M.M Hadir juga, Camat Penengahan Hermawan,S.H.,M.M didampingi Sekretaris Kecamatan Sohari,S.E.,M.M Kepala Desa Penengahan Shofiuddin, serta Sekretaris Desa Kiki turut mendampingi proses tersebut.
Kepala Desa Penengahan, Shofiuddin, menjelaskan bahwa pihaknya pertama kali menerima informasi dari keluarga besar almarhum mengenai kabar meninggalnya Alamsyah yang sedang bekerja di Malaysia.
Menurut keterangan keluarga, informasi tersebut diperoleh melalui adik almarhum yang kebetulan juga bekerja di tempat yang sama di Malaysia. Peristiwa itu bermula ketika adik almarhum membawa Alamsyah ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis pada 29 Oktober 2026.
Setelah menerima informasi tersebut, Shofiuddin langsung menindaklanjutinya dengan berkoordinasi bersama pemerintah kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan guna mengupayakan proses administrasi serta persyaratan pemulangan jenazah.
Shofiuddin juga mengungkapkan bahwa proses pemulangan almarhum turut mendapatkan bantuan dari perusahaan tempat Alamsyah bekerja di Malaysia.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan bantuan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui dinas terkait, Kementerian Sosial, BP3MI Lampung, pihak perusahaan, serta semua pihak yang telah membantu. Berkat dukungan bersama, jenazah almarhum akhirnya dapat dipulangkan dan tiba di rumah orang tua serta keluarga besarnya di Desa Penengahan,” ungkap Shofiuddin.
Senada dengan Kepala Desa, Sekretaris Desa Penengahan, Kiki, yang turut mendampingi proses tersebut sejak awal, mengatakan bahwa pihak pemerintah desa terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten, serta instansi terkait.
Menurut Kiki, keterlibatan berbagai pihak mulai dari pemerintah provinsi melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung hingga pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memperlancar proses pemulangan jenazah Alamsyah.
Saat ditanya mengenai kendala administrasi maupun proses pemulangan, Kiki menjelaskan bahwa seluruh tahapan berjalan dengan baik tanpa hambatan berarti.
Ia menerangkan, jenazah diberangkatkan dari Malaysia pada pagi hari dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 09.00 WIB. Selanjutnya, jenazah dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Radin Inten II Lampung sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Namun, terjadi keterlambatan penerbangan sekitar satu hingga dua jam sehingga jenazah baru tiba sekitar pukul 13.00 WIB.
“Alhamdulillah, proses pengurusan administrasi hingga pemulangan jenazah ini berjalan cukup cepat. Kami dari pemerintah desa mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan seluruh dinas terkait yang telah membantu pemulangan warga kami,” ujar Kiki.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Suryono, menyampaikan bahwa proses pemulangan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat, termasuk warga negara Indonesia yang mengalami musibah ketika bekerja di luar negeri.
Ia mengatakan, keterlibatan pemerintah tidak hanya dalam proses pemulangan, tetapi juga sejak informasi musibah diterima hingga jenazah kembali ke kampung halaman.
“Ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah, baik pemerintah pusat, perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri, pemerintah daerah, maupun BP3MI Lampung. Kami hadir untuk membantu proses pemulangan saudara kita Alamsyah hingga akhirnya bisa kembali ke rumah keluarganya,” ungkap Suryono.
Terkait penyebab meninggalnya Alamsyah, Suryono menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang diperoleh melalui informasi dari perwakilan pemerintah Indonesia di Malaysia melalui BP3MI Lampung.
“Hingga saat ini kami masih menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui penyebabnya. Jadi, kita sama-sama menunggu hasil pemeriksaan tersebut. Nantinya, informasi akan disampaikan kepada orang tua dan pihak keluarga,” jelasnya.
Setelah peti jenazah tiba dan diserahkan kepada keluarga, Suryono menyebut orang tua serta keluarga besar almarhum merasa sangat terbantu dengan kehadiran pemerintah dalam proses pemulangan tersebut.
“Alhamdulillah, orang tua dan keluarga besar merasa sangat senang. Mereka juga merasakan bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat ketika menghadapi musibah seperti ini,” tambahnya.
Di tengah suasana duka, Muhsin, ayah almarhum Alamsyah, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Desa Penengahan serta seluruh pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah anaknya dari Malaysia.
Ia mengatakan, sebelumnya pihak keluarga telah meminta bantuan kepada pemerintah desa agar proses pemulangan dapat segera diupayakan.
“Sebagai orang tua dan keluarga, saya mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya. Alhamdulillah, pemulangan jenazah anak kami berjalan lancar dan sekarang sudah sampai dengan selamat. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan serta semua pihak yang telah ikut membantu,” tutur Muhsin.
Muhsin juga menceritakan bahwa putranya, Alamsyah, lahir pada 1997 dan telah bekerja di Malaysia selama kurang lebih sembilan tahun delapan bulan. Setelah sempat pulang ke kampung halaman, almarhum kembali bekerja di Malaysia dan telah menjalani masa kerja sekitar delapan bulan.
Menurut Muhsin, proses pemulangan jenazah anaknya berlangsung relatif cepat berkat dukungan dan bantuan pemerintah serta pihak-pihak terkait.
Ia menambahkan, jenazah Alamsyah rencananya akan disalatkan dan dimakamkan pada Senin besok pada pukul 10.00 WIB di tempat pemakaman umum Desa Penengahan.
Peristiwa ini menjadi gambaran pentingnya koordinasi dan sinergi antarlembaga dalam memberikan perlindungan serta pelayanan kepada warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri, terutama ketika menghadapi musibah.
Di balik proses pemulangan tersebut, ada keluarga yang menanti kepulangan anggota keluarganya untuk terakhir kali. Kehadiran berbagai pihak dalam membantu proses itu menjadi bentuk kepedulian dan pendampingan bagi keluarga yang tengah berduka.
Herman Bangkit









