KPU Lampung Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Ervhan Jaya Tekankan: Kepercayaan Publik Harus Dibuktikan dengan Kerja Nyata

Bangkitpos.id, Bandar Lampung – Kepercayaan publik tidak cukup dibangun melalui kata-kata, tetapi harus dibuktikan melalui kerja nyata dan kualitas pelayanan. Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam amanat Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung, Ervhan Jaya, pada Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026.

Upacara digelar di halaman kantor KPU Provinsi Lampung, Rabu (28/10/2026) pagi, dengan mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, profesionalitas, serta komitmen seluruh jajaran dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai penyelenggara pemilu.

Upacara diikuti Anggota KPU Provinsi Lampung Ahmad Zamroni selaku Ketua Divisi Perencanaan dan Logistik, Angga Lazuardy selaku Ketua Divisi SDM dan Litbang, Sekretaris KPU Provinsi Lampung Arif Ma’ruf, jajaran kepala bagian, kepala subbagian, pejabat fungsional, staf sekretariat, serta siswa dan mahasiswa yang tengah melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) di lingkungan KPU Provinsi Lampung.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Ervhan Jaya, yang menjabat Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Provinsi Lampung, menyampaikan amanat mengenai pentingnya menerapkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam pelaksanaan tugas kelembagaan.

Dalam amanatnya, Ervhan menjelaskan bahwa tema peringatan tahun ini memuat tiga pesan utama, yakni patriotik, gigih, dan berempati.

Sikap patriotik diwujudkan melalui kesetiaan terhadap konstitusi, regulasi, dan ketentuan yang berlaku dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab sebagai penyelenggara pemilu.

Sementara itu, sikap gigih berarti terus belajar, meningkatkan kompetensi, serta mampu menyatukan perbedaan tugas dan fungsi. Seluruh jajaran juga diajak untuk bersikap adaptif dan inovatif dalam menghadapi perkembangan zaman serta tantangan kelembagaan.

Adapun sikap berempati harus tercermin dalam pelayanan kepada masyarakat. Ervhan menegaskan bahwa kepercayaan publik perlu dibangun melalui tindakan nyata, bukan hanya melalui pernyataan.

“Kepercayaan publik tidak cukup dibangun melalui pernyataan atau pesan yang disampaikan kepada masyarakat, tetapi harus diwujudkan melalui pekerjaan nyata, keputusan yang diambil, dan kualitas pelayanan yang diberikan,” demikian pesan Ervhan dalam amanatnya.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui konsistensi antara komitmen yang disampaikan dan pelaksanaan tanggung jawab secara nyata.

Ervhan juga menekankan pentingnya semangat persatuan dan kerja sama sebagaimana nilai yang diwariskan melalui Sumpah Pemuda. Ia mengajak seluruh keluarga besar KPU Provinsi Lampung untuk saling menghargai perbedaan, memperkuat kolaborasi, serta membangun lingkungan kerja yang profesional, adaptif, dan terbuka terhadap inovasi maupun perubahan.

Nilai-nilai Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga relevan dalam membangun budaya kerja yang mengedepankan tanggung jawab, persatuan, dan pelayanan kepada masyarakat.

Peringatan ini menjadi pengingat bahwa profesionalitas penyelenggara pemilu tidak hanya tercermin dari kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga dari kesungguhan bekerja, ketepatan mengambil keputusan, dan kemampuan memberikan pelayanan yang berkualitas.

Pada akhirnya, semangat patriotik, kegigihan, dan empati perlu diwujudkan secara konsisten dalam tindakan sehari-hari. Sebab, kepercayaan publik merupakan amanah yang harus dijaga melalui integritas, kerja nyata, dan tanggung jawab.

Herman Bangkit

Follow me!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP