Bangkpos.id, Penengahan, Lampung Selatan — Membangun desa tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik. Kekuatan masyarakat juga bertumpu pada nilai agama, akhlak dan kepedulian terhadap sesama.
Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H/2026 M yang digelar Pemerintah Desa (Pemdes) Sukajaya, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, di Masjid Al Istiqomah, Kamis pagi (17/9/2026).
Mengusung tema “Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Kita Wujudkan Masyarakat Desa Sukajaya yang Religius, Harmonis dan Berakhlak Mulia”, kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti aparatur desa, tokoh agama, tokoh masyarakat serta jamaah yang didominasi kaum ibu.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sukajaya Hi. Ihsan, S.Pd.I, Sekretaris Kecamatan Penengahan Sohari yang mewakili Camat Penengahan Hermawan, jajaran aparatur desa, tokoh agama dan masyarakat, serta penceramah Ustadz Ahmad Sofyan, M.D., S.Ag., dari Kecamatan Kalianda.
Bukan Sekadar Seremonial
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sukajaya Hi. Ihsan mengajak masyarakat menjadikan Maulid Nabi bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus menerapkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, nilai kejujuran, amanah, kepedulian dan sikap saling menghargai merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun.
“Melalui momentum Maulid ini, mari kita teladani akhlak Rasulullah SAW. Jika nilai-nilai tersebut kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, insyaAllah Desa Sukajaya akan menjadi desa yang religius, rukun, harmonis dan masyarakatnya berakhlak mulia,” ujar Hi. Ihsan.
Ia berharap kegiatan keagamaan di Desa Sukajaya dapat terus dilaksanakan dan menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat pembinaan moral, terutama bagi generasi muda.
Sementara itu, Sekcam Penengahan Sohari, yang mewakili Camat Hermawan, turut menyampaikan arahan kepada masyarakat.
Ia mengajak warga untuk menjadikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat, termasuk menjaga persatuan, kerukunan dan kepedulian sosial.
Menurut Sohari, kebersamaan masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendukung pembangunan desa. Karena itu, kegiatan keagamaan yang mempertemukan masyarakat dinilai memiliki nilai positif dalam memperkuat silaturahmi dan hubungan sosial antar warga.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ahmad Sofyan mengajak jamaah memahami makna Maulid Nabi secara lebih luas.
Peringatan kelahiran Rasulullah SAW tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenang sekaligus meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.
Nilai kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, kepedulian terhadap sesama dan menjaga hubungan baik dengan orang lain menjadi bagian dari keteladanan Rasulullah SAW yang relevan diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.
Pesan tersebut mendapat perhatian jamaah yang mengikuti tausiyah hingga kegiatan berakhir.
Suasana peringatan Maulid Nabi di Masjid Al Istiqomah berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Jamaah mengikuti rangkaian acara mulai dari sambutan, tausiyah, doa bersama hingga ramah tamah.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sukajaya menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat sekaligus menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang membangun manusia yang memiliki nilai agama, kepedulian sosial dan akhlak dalam kehidupan bermasyarakat.
Herman Bangkit









