Bangkitpos.id, Surabaya,- Polrestabes Surabaya melalui Unit Jatanras Satreskrim berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan pemberatan yang terjadi di kawasan Jalan Ploso Baru, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.
Dalam pengungkapan tersebut, tiga pelaku berhasil diamankan berikut sejumlah barang bukti, termasuk airsoft gun dan kunci T modifikasi.
Kasus ini bermula dari laporan korban berinisial IM (22), seorang karyawan swasta asal Tambaksari, yang kehilangan sepeda motor Honda Scoopy miliknya saat diparkir di depan toko Hisana, Jalan Ploso Baru, pada Rabu 28 Januari 2026. Saat kejadian, motor dalam kondisi terkunci setir ke arah kiri.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi kemudian menangkap tiga tersangka pada Selasa 21 April 2026 sekitar pukul 18.00 WIB di sebuah kamar Hotel Semut Nomor 228, Jalan Samudra Surabaya. Ketiga pelaku masing-masing berinisial FR (25), MS (26), dan HS (29), yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Bangkalan, Madura.
Dalam aksinya, FR berperan sebagai eksekutor yang merusak rumah kunci motor menggunakan kunci T dan mata kunci modifikasi.
Sementara MS bertugas mengawasi situasi sekitar dengan berpura-pura membeli rokok, sedangkan HS bersiaga di atas sepeda motor untuk membantu pelarian apabila aksi diketahui warga. Setelah berhasil membawa kabur motor korban, kendaraan tersebut kemudian dijual oleh para pelaku.
Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu pucuk airsoft gun jenis Glock warna hitam, satu buah kunci T, tiga mata kunci yang telah dimodifikasi, jaket hitam, serta dua unit telepon genggam merek Samsung dan Oppo.
Dalam kasus ini, polisi juga menetapkan satu orang lain berinisial KHOTIB sebagai daftar pencarian orang (DPO). Petugas masih melakukan pengembangan untuk memburu pelaku yang belum tertangkap tersebut.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 477 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif para pelaku melakukan aksi curanmor tersebut karena alasan kebutuhan hidup.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan patroli dan penindakan terhadap kasus curanmor demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di wilayah Kota Surabaya.
Susy









